PROBOLINGGO, Radar Bromo- Selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mulai Rabu-Minggu (27-31/5), warga tak perlu khawatir dengan persediaan gas elpiji 3 kilogram. Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan energi di wilayah Jawa Timur, aman.
Jaminan tersebut meliputi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG selama periode long weekend. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, seluruh infrastruktur distribusi energi telah disiagakan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama libur Idul Adha.
Selain memastikan stok tetap tersedia, Pertamina juga menyiagakan personel di lapangan. Agar distribusi BBM dan elpiji berjalan lancar tanpa kendala.
“Produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat,” ujarnya.
Untuk layanan BBM, pihaknya juga melakukan build up stock sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. Pengawasan sarana dan fasilitas SPBU dilakukan intensif. Termasuk pengecekan aspek quantity dan quality BBM guna memastikan kualitas dan takaran bahan bakar tetap terjaga.
Secara keseluruhan, Pertamina telah menyiapkan penyaluran elpiji fakultatif hingga 99 persen dari rata-rata penyaluran harian di Jawa Timur. Atau, setara 1,5 juta tabung tambahan selama periode libur panjang.
Khusus di Kota Probolinggo, rata-rata penyaluran harian elpiji yang sebelumnya mencapai 12.174 tabung atau sekitar 37 metrik ton (MT), ditingkatkan menjadi 17.920 tabung atau sekitar 54 MT selama Idul Adha.
“Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend dengan tenang,” katanya.
Ahad mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Terutama terhadap elpiji. Menurutnya, stok energi dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan normal.
“Jangan mudah terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai kekhawatiran dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab,” pesannya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga