PEMERINTAH Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha menjaga semangat menghargai jasa para pahlawan. Salah satu bentuknya melalui kegiatan renungan suci yang rutin digelar setiap malam menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Makam Pahlawan R. Soejoso, Dusun Bengkingan.
Renungan suci rutin digelar setiap malam menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan desa sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
“Biasanya kegiatan renungan suci dilaksanakan pukul 00.00. Dalam dua tahun terakhir, kami laksanakan mulai pukul 22.00,” ujar Kepala Desa Kalirejo Kasiyadi.
Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimka, sejumlah guru, perangkat desa, hingga masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan kerja bakti dan perawatan area makam pahlawan. Mulai dari pengecatan, pemasangan bendera, lampu penerangan, hingga rangkaian bunga yang diberikan secara sukarela oleh tiap RW.
“Selain renungan suci, kami juga melaksanakan tabur bunga bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan,” katanya.
Semarak Peringatan Hari Kemerdekaan RI juga dirasakan melalui berbagai perlombaan yang digelar di tingkat RT-RW. Bahkan, tahun lalu, Pemerintah Desa Kalirejo sukses menggelar pawai budaya yang melibatkan seluruh RT se-Desa Kalirejo.
“Setiap RT menampilkan keseniannya masing-masing. Total ada 28 RT se-Desa Kalirejo yang ikut serta,” ujar Kasiyadi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat namun juga sarana mempererat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga terlihat dari keterlibatan para petani dalam menjaga aliran sungai tetap lancar. Bersama pemerintah daerah, warga secara swadaya melakukan normalisasi sungai guna mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
“Mayoritas warga kami buruh tani. Mereka ikut melakukan normalisasi sungai agar aliran air ke sawah tetap lancar,” jelasnya.
Jaga Kesejahteraan Warga-Kebangkan Budi Daya Ikan
Berbagai program sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan pangan dilakukan Pemerintah Desa Kalirejo. Semuanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang dilakukan adalah penyaluran bantuan pangan kepada lebih dari 600 penerima manfaat. Bantuan berupa dua sak beras dengan total berat 40 kilogram serta dua kantong minyak goreng untuk setiap penerima. “Harapannya bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Kepala Desa Kalirejo Kasiyadi.
Selain bantuan pangan, pemerintah desa juga masih menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada empat penerima. Masing-masing satu orang di setiap dusun. Bantuan diprioritaskan bagi warga kurang mampu ekstrem, warga lanjut usia (lansia) yang tinggal seorang diri, dan masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial. “Penerimanya kami pilih benar-benar yang membutuhkan,” katanya.
Dalam mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa Kalirejo juga tengah membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Gedung itu dibangun di sisi selatan balai desa.
“Progres pembangunannya sudah sekitar 60 persen. Pekerjaan dilakukan setiap hari kecuali Minggu,” ujar Kasiyadi. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan usaha warga desa.
Sektor kesehatan juga tak terlupakan. Pemerintah Desa Kalirejo juga akan merealisasikan pembangunan dua unit jamban bagi warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak. “Harapan kami masyarakat tidak lagi buang air besar di sungai,” ujarnya.
Selain itu, ada pengembangan program ketahanan pangan melalui budi daya ikan nila dan gurami. Total sekitar 12 ribu bibit ikan akan dibudidayakan sebagai upaya meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
“Masing-masing jenis ada 6.000 bibit. Kami memilih nila dan gurami karena perawatannya lebih mudah dibandingkan lele. Peminatnya juga cukup banyak,” jelas Kasiadi. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga