Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa/Kecamatan Dringu Dorong Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Inneke Agustin • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:27 WIB
LESTARI: Pemdes Dringu bersama PMI dan CSR PT Paiton Energi menanam ribuan pohon mangrove di Pantai Desa/Kecamatan Dringu. (PEMDES DRINGU FOR JAWA POS RADAR BROMO)
LESTARI: Pemdes Dringu bersama PMI dan CSR PT Paiton Energi menanam ribuan pohon mangrove di Pantai Desa/Kecamatan Dringu. (PEMDES DRINGU FOR JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai desa dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan nelayan, berbagai program pemberdayaan terus digulirkan. Agar masyarakat makin mandiri, produktif, dan memiliki perlindungan sosial memadai.

Pembuatan pupuk organik menjadi salah satu program Pemerintah Desa Dringu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Langkah ini dimulai dengan sosialisasi kepada para petani. Salah satu tujuannya agar masyarakat mampu memanfaatkan limbah menjadi pupuk yang bernilai guna. Sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.

Kepala Desa Dringu Kuryadi mengaku, menggandeng sebuah perguruan tinggi di Pasuruan dalam pengembangan sektor pertanian. Tidak hanya memberikan edukasi terkait pupuk organik, kolaborasi ini juga menghadirkan inovasi sistem pertanian modern berbasis energi terbarukan.

KOKOH: Proses pembangunan gedung KDKMP di Jalan Daendels, Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
KOKOH: Proses pembangunan gedung KDKMP di Jalan Daendels, Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

“Kami bekerja sama dengan Universitas Yudharta Pasuruan. Mereka membuat sistem pertanian untuk menyiram tanaman melalui pipa dari pompa bertenaga surya. Jadi ada panel surya, tandon air, keran, hingga jaringan pipanya,” ujarnya.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu petani lebih efisien dalam pengairan lahan pertanian. Selain menghemat tenaga dan biaya operasional, penggunaan energi matahari juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada sektor pertanian, perhatian Pemerintah Desa Dringu juga diberikan kepada para nelayan. Kini seluruh nelayan di Desa Dringu telah ter-cover Program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaminan perlindungan saat melaut.

“Ada juga beberapa nelayan yang menerima bantuan berupa jaring dan mesin kapal,” katanya.

Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, sekaligus meringankan beban operasional mereka saat melaut. Dengan dukungan itu, pemerintah desa berharap kesejahteraan masyarakat pesisir terus meningkat seiring berkembangnya sektor pertanian dan perikanan.

 

Perkuat Mitigasi Bencana-Kesehatan Lingkungan

Pemberdayaan ekonomi masyarakat memang menjadi fokus utama Pemerintah Desa Dringu. Namun masalah pembangunan infrastruktur tak berarti ditinggalkan. Begitu juga dengan kesiapsiagaan bencana hingga peningkatan kualitas kesehatan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa Dringu tengah membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah desa menggelar musyawarah desa (musdes) bersama masyarakat penentuan lokasi pembangunan.

TEKNOLOGI: Sistem pengairan sawah di Desa/Kecamatan Dringu, menggunakan teknologi tenaga surya.
TEKNOLOGI: Sistem pengairan sawah di Desa/Kecamatan Dringu, menggunakan teknologi tenaga surya.

Hasilnya, ditetapkan lokasinya di tanah kas desa di Jalan Daendels, Desa Dringu, sebagai lokasi pembangunan koperasi tersebut. “Kini progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 85 persen. Lokasinya strategis dan dekat sungai, sehingga memudahkan sistem pembuangan,” ujar Kepala Desa Dringu Kuryadi.

Keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat. Khususnya dalam mendukung kegiatan usaha warga dan pengembangan potensi lokal.

Di sisi lain, Desa Dringu yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir Sungai Kedunggaleng, juga terus memperkuat mitigasi kebencanaan. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah desa membentuk Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Mereka telah mendapatkan pembekalan terkait penanganan dan antisipasi bencana, khususnya banjir.

“Sebelum air datang, biasanya dari wilayah atas sudah memberi informasi. Kami di bawah kemudian membunyikan kentongan atau sirine agar masyarakat segera melakukan langkah antisipasi,” jelasnya.

Langkah antisipasi yang dilakukan warga, di antaranya memasang papan pengaman hingga menyiapkan penerangan darurat saat banjir datang. Pemerintah desa juga rutin mengadakan sosialisasi kesehatan terkait penyakit seperti malaria dan lainnya.

Upaya pelestarian lingkungan juga terus dilakukan. Salah sautnya melalui kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan pesisir guna mencegah abrasi. Kegiatan ini dilakukan bersama PMI dan CSR dari PT Paiton Energy.

Menggunakan dana desa, pemerintah desa juga akan merehab dua rumah warga yang tidak layak huni (RTLH). Masing-masing di Dusun Bandaran dan Dusun Ngemplak. Berikutnya ada program jambanisasi. Tahun ini akan dibangun tiga unit. Masing-masing satu unit di Dusun Ngemplak dan dua unit di Dusun Pesisir.

“Selain mengurangi kebiasaan buang air besar di sungai, program ini juga menjadi langkah pencegahan stunting,” katanya. (gus/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#pupuk organic #pemerintah desa #dringu #ketahanan pangan #probolinggo