Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diduga Dampak Ekonomi Lesu, Pembeli Hewan Kurban di Kota Probolinggo Menurun

Arif Mashudi • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:18 WIB
CEK LANGSUNG: Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama tim melihat langsung ketersediaan hewan kurban di Kota Probolinggo, Senin (25/5). (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
CEK LANGSUNG: Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama tim melihat langsung ketersediaan hewan kurban di Kota Probolinggo, Senin (25/5). (ARIF MASHUDI/RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Pembeli hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, menurun dibanding tahun kemarin.

Dampaknya, harga hewan kurban juga tergolong lebih murah dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan, dengan duit Rp 1,5 juta sudah bisa mendapatkan seekor hewan yang layak dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.

Seperti diungkapkan Wali Kota Probolinggo Aminuddin usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) hewan kurban, Senin (25/5).

Aminuddin mengatakan, membeli dan menyembelih hewan kurban diajarkan dalam agama Islam sebagai bentuk rasa syukur.

Kini waktu tepat bagi masyarakat yang mampu untuk membeli hewan kurban. Karena harga hewan kurban tahun ini lebih murah dibanding Idul Adha 1446 Hijriah.

“Untuk pertama kalinya saya temukan hewan kurban kambing dijual seharga Rp 1,5 juta. Jadi dengan Rp 1,5 juta, masyarakt sudah bisa berkurban satu ekor kambing. Tadi sudah dicek, kambing itu layak dan memenuhi syarat hewan kurban,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Soal faktor turunnya pembeli atau peminat hewan kurban tahun ini, Aminuddin tidak menampik jika terdampak kondisi ekonomi global dan nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

Hukum ekonomi pun terjadi, rendahnya pembeli berdampak terhadap turunnya harga.

“Hewan sapi kurban saya cek di sini, ternyata ada yang harga Rp 18 juta sampai Rp 19 juta, sudah besar,” ujarnya.

Salah seorang peternak Wahyuda mengatakan, dilihat di pasar pembeli hewan kurban memang lebih ramai tahun kemarin.

Ia menduga dampak ekonomi yang kurang stabil, membuat pembeli hewan kurban menurun, sehingga harga hewan kurban juga tidak semahal tahun kemarin.

“Semoga menjelang Hari Raya Idul Adha, ini pembeli hewan kurban makin meningkat,” harapnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pembeli #bahlil #hewan kurban #probolinggo #idul adha