Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkot Probolinggo Gelar Gerakan Pangan Murah di Wonoasih, Diserbu Warga

Evelyn Ridhayanti • Senin, 25 Mei 2026 | 20:07 WIB

 

GERAKAN PASAR MURAH: Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin saat meninjau Gerakan Pasar Murah di Wonoasih, Senin (25/5). (Diskominfo Kota Probolinggo)
GERAKAN PASAR MURAH: Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin saat meninjau Gerakan Pasar Murah di Wonoasih, Senin (25/5). (Diskominfo Kota Probolinggo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Pemkot Probolinggo terus berusaha mengendalikan melonjaknya harga dan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Senin (25/5), pemkot setempat kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan ini digelar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) bekerja sama dengan Bulog dan PT Rajawali New Sindo.

Kali ini digelar di depan Lapangan Wonoasih, di Jalan Mastrip, Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih.

GPM disambut antusias oleh warga. Sejak pukul 07.00, tak sedikit warga yang dinominasi ibu-ibu membeli kebutuhan pokok yang disediakan GPM. Harganya jauh lebih murah dibanding di pasaran.

Antrean pun mengular. Komoditas yang paling dicari salah satunya minyak goreng. Minyakita yang biasanya di pasaran dijual Rp 41 ribu per 2 liter, di GPM hanya Rp 31 ribu. Alhasil, 60 karton Minyakita habis dalam waktu 2 jam.

Selain Minyakita, komoditas lainnya yang paling diburu ada beras. Satu ton beras yang disiapkan juga ludes sebelum tengah hari. Beras SPHP itu dibandrol Rp 57 ribu per 5 kilogram, sedangkan beras Tumang dijual Rp 65 ribu per 5 kilogram.

Baca Juga: Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkot Probolinggo Gelar Gerakan Pangan Murah yang Diserbu Warga

Ada juga telur ayam yang dihargai Rp 25 ribu per kilogram, telur puyuh kemasan setengah kilogram hanya Rp 13 ribu. Gula pasir dijual Rp 17 ribu per kilogram.

Selain tersedia berbagai kebutuhan pokok, GPM juga menjual beragam produk hasil olahan UMKM binaan DKPPP. Seperti masakan, lauk-pauk, ikan asap, siomay, hingga minuman.

Di tengah kesibukannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp .OG (K)., M.Kes. menyempatkan diri hadir menyapa masyarakat sekaligus meninjau lokasi GPM. Menurutnya, GPM tidak hanya digelar di pusat kota. Kini digelar di wilayah selatan.

“Agar merata. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga agar tidak melonjak, tidak sampai tejadi inflasi, sekaligus untuk membantu masyarakat agar mudah mendapatkan barang-barang kebutuhan pokoknya. Terlebih menjelang Idul Adha, seperti sekarang ini. Alhamdulillah, semua berjalan kondusif,” ujarnya. (el/adv)

Editor : Muhammad Fahmi
#gerakan pasar murah #Wonoasih #pemkot probolinggo #dokter aminuddin #idul adha