Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PWI Probolinggo Raya Gelar Nobar Pesta Babi, Jadi Ruang Refleksi Kebangsaan

Inneke Agustin • Senin, 25 Mei 2026 | 10:22 WIB
ANTUSIAS: PWI Probolinggo Raya bersama masyarakat menonton film Pesta Babi di halaman kantor Sekretariat PWI Probolinggo, Sabtu (23/5) malam. (PWI PROBOLINGGO RAYA FOR JAWA POS RADAR BROMO)
ANTUSIAS: PWI Probolinggo Raya bersama masyarakat menonton film Pesta Babi di halaman kantor Sekretariat PWI Probolinggo, Sabtu (23/5) malam. (PWI PROBOLINGGO RAYA FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Film Dokumenter Pesta Babi, terus menuai perhatian. Termasuk dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya.

Sabtu (23/5) malam, PWI mengajak sejumlah elemen untuk nonton bareng di halaman kantor Sekretariat PWI Probolinggo Raya.

Tak hanya nobar, kegiatan ini juga menjadi agenda refleksi kebangsaan yang berlangsung hangat serta penuh diskusi. Selain wartawan, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah lapisan masyarakat, mahasiswa, hingga aktivis.

Ketua Panitia Eko Hardianto mengatakan, sejak awal pemutaran seluruh penonton tampak serius mengikuti alur dokumenter yang menampilkan potret kehidupan sosial masyarakat Papua, budaya lokal, hingga dinamika yang berkembang di wilayah tersebut. Sejumlah peserta tampak mencatat poin-poin penting selama film berlangsung.

Usai pemutaran film, Eko menyampaikan resensi singkat terkait isi dokumenter. Menurutnya, film itu tidak hanya menghadirkan satu sudut pandang, melainkan membuka ruang berpikir bagi penonton untuk memahami persoalan secara lebih utuh.

“Film ini menarik karena menyajikan banyak lapisan cerita. Ada tesis, antitesa, lalu penonton diajak mencari sintesa sendiri. Jadi bukan sekadar melihat siapa benar dan siapa salah, tetapi bagaimana memahami persoalan dari berbagai sudut,” ujar Eko.

Ia mengatakan, dokumenter semacam itu penting sebagai bahan refleksi bersama. Terutama di tengah situasi masyarakat yang mudah terpengaruh potongan informasi di media sosial.

“Kadang kita menerima isu secara cepat tanpa memahami konteks utuhnya. Film dokumenter seperti ini bisa menjadi ruang belajar agar kita lebih bijak melihat persoalan kebangsaan,” katanya.

Setelah pemutaran film, dibuka ruang diskusi yang menjadi ruang dialog antar penonton.

“Yang menarik justru ketika setiap orang punya pandangan berbeda, lalu didiskusikan. Di situ nilai refleksinya muncul,” katanya.

Ketua PWI Probolinggo Raya Babul Arifandi mengatakan, forum semacam ini penting untuk menjaga budaya diskusi di tengah masyarakat. Menghadirkan ruang dialog yang sehat dan belajar mendengar pandangan yang berbeda tanpa harus saling menyalahkan.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi tetapi juga ikut merawat ruang-ruang pemikiran publik. Diskusi seperti ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama,” ujarnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pesta babi #probolinggo raya #film dokumenter #wartawan #pwi