Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gelombang Berpotensi Tinggi, Imbau Nelayan Pasuruan Lebih Waspada

Fuad Alyzen • Senin, 25 Mei 2026 | 08:10 WIB
MELAUT: Seorang nelayan berburu ikan di Perairan Pasuruan, beberapa waktu lalu. (DOK. JAWA POS RADAR BROMO)
MELAUT: Seorang nelayan berburu ikan di Perairan Pasuruan, beberapa waktu lalu. (DOK. JAWA POS RADAR BROMO)

PASURUAN, Radar Bromo – Aktivitas nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di wilayah pesisir Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Pasuruan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, meningkat sejak 23 Mei. Saat itu berada di kisaran 0,45 meter. Kemudian, meningkat menjadi 0,49 hingga 0,51 meter pada 26 Mei dan 0,48 hingga 0,50 meter pada 27 Mei.

Meski masih tergolong rendah hingga sedang, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai. Terutama oleh nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil. Apalagi cuaca laut berpotensi berubah cepat akibat pengaruh angin timuran dan pertumbuhan awan hujan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, peningkatan tinggi gelombang terjadi hampir merata di wilayah perairan Jawa Timur. Termasuk di kawasan pesisir Pasuruan dan sekitarnya.

“Untuk wilayah Perairan Pasuruan, memang tidak setinggi di selatan Jawa Timur. Namun tetap ada peningkatan gelombang dan masyarakat pesisir perlu waspada, khususnya nelayan kecil,” katanya.

Menurutnya, kondisi angin dari arah timur hingga tenggara yang bertiup cukup kuat memengaruhi dinamika gelombang di Laut Jawa dan perairan utara Jatim. Selain itu, keberadaan awan kumulonimbus juga berpotensi menyebabkan perubahan cuaca secara mendadak di wilayah laut.

“Kalau muncul awan kumulonimbus yang luas dan gelap, angin bisa bertambah kencang dan tinggi gelombang meningkat secara tiba-tiba,” imbuhnya.

BMKG mengimbau nelayan, pemancing, maupun operator perahu wisata untuk rutin memperbarui informasi cuaca sebelum melaut. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan aktivitas di laut saat cuaca memburuk.

Sementara itu, gelombang tertinggi di Jawa Timur diprediksi terjadi di wilayah perairan selatan, seperti Pacitan, Trenggalek, hingga Banyuwangi. Dengan ketinggian mencapai lebih dari dua meter pada 26 Mei. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#bmkg #pasuruan #transportasi #nelayan #pesisir