WONOMERTO, Radar Bromo –Muhammad Hilman Mufidi alias Gus Hilman, 25, harus menjalani perawatan intensif. Anggota Komisi X DPR RI itu dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Itu setelah ia mengalami kecelakaan maut di Tol Paspro Barat Km 834, Desa Pohsangit Lor, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (23/5) sore.
Warga Kota Tangerang Selatan itu mengalami luka berat di bagian kepala, wajah, serta patah tulang pada lengan dan kaki.
Setelah sempat dirawat di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, Gus Hilman akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, Sabtu (23/5) malam.
Selain Gus Hilman, sopir kendaraan Toyota Innova bernopol N 1297 NB, Mahrus Ali, 36, warga Paiton, Kabupaten Probolinggo, juga mengalami luka berat.
Ia menderita luka pada kepala dan wajah, serta patah tulang di bagian tangan dan kaki.
Baca Juga: Mobil Rombongan Anggota DPR RI Tabrak Truk di Tol Pasuruan-Probolinggo, Dua Meninggal Dunia
Setelah mendapat perawatan awal, Mahrus dibawa pulang keluarganya ke Kabupaten Lumajang, Sabtu (23/5) malam.
Lelaki itu memang berasal dari Lumajang. Namun menetap di Paiton karena menikah dengan perempuan Paiton.
“Pasien Mahrus dibawa pulang keluarganya ke Kabupaten Lumajang dan pasien Gus Hilman, dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya, pada Sabtu malam,” terang Direktur RSUD Ar Rozy dr. Mohammad Ali Yusni.
Sementara itu, dua staf Gus Hilman yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut dipulangkan ke rumah duka masing-masing.
Mereka adalah Alex Anwaruh, 25, warga Kabupaten Gresik dan Adinda Najwa, 26, warga Kota Tangerang Selatan.
“Dua korban meninggal dunia di rumah sakit akibat cedera kepala berat. Kedua korban meninggal lantas dipulangkan ke rumah duka masing-masing, Sabtu malam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Probolinggo Syarif Muhammad Syafiq menyampaikan, seluruh korban telah terjamin Jasa Raharja.
Bagi dua korban meninggal dunia mendapat santunan masing-masing sebesar Rp 50 juta.
“Ini telah kami koordinasikan dengan Jasa Raharja di wilayah domisili masing-masing untuk keabsahan ahli warisnya. Jika tidak mempunyai ahli waris, maka akan diserahkan santunan penguburan sebesar Rp 4 juta,” katanya.
Sementara bagi para korban yang dirawat di rumah sakit, juga dijamin biaya perawatannya. Besarnya maksimal Rp 20 juta.
Kecelakaan terjadi saat rombongan Gus Hilman dalam perjalanan dari Kabupaten Probolinggo menuju Kabupaten Pasuruan usai menghadiri seminar nasional pendidikan di wilayah Paiton.
Berdasarkan hasil olah TKP Satlantas Polres Probolinggo Kota, mobil Innova yang ditumpangi Gus Hilman diduga menabrak dump truck di depannya setelah sopir kurang konsentrasi atau mengantuk saat berkendara. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi