KANIGARAN, Radar Bromo - Puncak pelaksanaan ibadah haji 9 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Selasa (26/5). Karena itu, para jemaah haji asal Kota Probolinggo, diimbau fokus istirahat di hotel dan mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah.
Sebagian jemaah akan mengikuti program tarwiyah. Direncanakan, Minggu (24/5), jemaah akan bergeser menuju Mina.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Probolinggo Firman Wagahadi Pratama mengatakan, jemah haji asal Kota Probolinggo, kini fokus mempersiapkan diri memasuki puncak haji. Karena itu, mereka sudah tidak lagi salat berjemaah di Masjidil Haram. Sejak beberapa hari terakhir, meereka lebih banyak beristirahat di hotel.
Bahkan, Sabtu (23/5), seluruh jemaah melaksanakan ibadah di hotel masing-masing sambil menyiapkan koper ukuran besar untuk packing. Karena, koper besar tersebut akan dibawa oleh petugas kargo.
“Bus shalawat menuju Masjidil Haram sudah berhenti beroperasi sesuai arahan dari Pemerintah Arab Saudi,” katanya.
Soal kondisi jemaah haji yang sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Firman menerangkan, hampir semua jemaah dalam kondisi sehat dan siap mengikuti puncak ibadah haji. Termasuk seorang jmaah yang sempat sakit dan dirawat di rumah sakit, sudah kembali bergabung bersama jemaah lainnya.
“Jemaah ke Mekkah, persiapan puncak haji untuk disiapkan mengikuti safari wukuf,” terangnya.
Minggu (24/5) malam atau 7 Dzulhijjah, kata Firman, sebagian jemaah yang akan mengikuti program tarwiyah akan bergeser meuju Mina, difasilitasi oleh syarikah. Karena itu, mereka harus mempersiapakan diri menghapi puncak haji dan perbekalan tas armuzna.
“Puncak haji akan dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah dengan agenda wukuf di Arafah,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga