KANIGARAN, Radar Bromo - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pedagang ternak makin banyak yang membuka lapak hewan kurban. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, makin sering melakukan pemeriksaan kesehatan ternak yang diperjual belikan.
Hasilnya, ditemukan sejumlah hewan yang dijual sedang sakit. Ada yang sakit mata, diare, dan lainnya.
“Sampai Jumat (22/5), sudah ada 48 titik lapak hewan kurban yang didatangi dan diperiksa kesehatan hewan di lapak tersebut,” ujar Plh Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Trillya Yuliana, Sabtu (23/5).
Dari ribuan ekor kambing yang dijual di lapak dan diperiksa, kata Trillya, ada beberapa kambing yang sedang sakit. Namun, penyakitnya tergolong biasa, bukan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Diseses (LSD).
“Ada beberapa hewan kurban yang sedang sakit. Tapi, penyakit biasa, seperti diare dan mata,” katanya.
Trillya menagtakan, ternak yang sedang sakit telah diobati dan peternak diminta memberikan obatnya hingga sembuh. Masyarakat juga diimbau lebih detail memeriksa dan memastikan kondisi hewan yang akan dibeli dan untuk dikurbankan. Sehingga, memperoleh ternak yang benar-benar sehat, layak, dan memenuhi syariat islam.
“Masyarakat harus bisa memilih, mana hewan kurban layak kurban dan sehat. Kami akan terus pantau hewan kurban yang sakit butuh pengobatan,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga