MAKKAH, Radar Bromo-Jelang puncak ibadah haji 2026, Jemaah haji asal Probolinggo Raya secara keseluruhan dalam kondisi sehat dan siap menghadapi puncak ibadah haji.
Hal itu diungkapkan anggota DPR RI dari komisi VIII Dini Rahmania. Politisi asal Probolinggo itu berkesempatan menggelar doa bersama dan serap aspirasi bersama Jemaah haji Probolinggo Raya di Makkah jelang puncak haji.
Pertemuan ini juga dihadiri jajaran Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.
Suasananya cukup hangat dan penuh kekeluargaan. “Kami saling mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, khususnya menjelang Armuzna,” terang Dini dari keterangan resminya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Jemaah juga mendengarkan arahan dari Kepala Sektor 1 Makkah Iman Romansyah, terkait skema murur dan tanazul agar proses pergerakan jamaah nantinya bisa berjalan lebih tertib dan nyaman.
Skema Murur dan Tanazul adalah dua kebijakan khusus Kementerian Haji untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah selama puncak ibadah haji di Armuznah (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Baca Juga: Kemenhaj Tetap Fasilitasi Safari Wukuf bagi Jemaah Haji yang Sakit
Keduanya diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan berisiko tinggi (risti)
“Selain silaturahmi, saya juga mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan masukan dari jamaah. Banyak cerita, harapan, hingga pengalaman yang disampaikan jamaah selama berada di Tanah Suci,” terang Dini.
“Tentu ini menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama agar pelayanan jamaah haji Indonesia ke depan semakin baik,” imbuhnya.
Uniknya, dalam momen tersebut, Dini juga membawa oleh-oleh bagi Jemaah Indonesia. Apa itu? Yakni berupa mi instan dalam kemasan cup.
“Sederhana memang, tapi Alhamdulillah bisa menjadi pengobat rindu suasana rumah bagi jamaah di sela-sela ibadah mereka,” terang Dini.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam beribadah, dan pulang ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” harapnya. (mie)
Editor : Muhammad Fahmi