Waspada Penyakit Berak Kapur yang Berpotensi Menular ke Manusia, Uji 49.286 Sampel Darah Ayam di Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB
Tim Diperta Kabupaten Probolinggo bersama UPT Labkeswan Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan uji Pulorum di PT Malindo Feedmill Tbk Farm III, Kecamatan Tegalsiwalan, Kamis (21/5).
Tim Diperta Kabupaten Probolinggo bersama UPT Labkeswan Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan uji Pulorum di PT Malindo Feedmill Tbk Farm III, Kecamatan Tegalsiwalan, Kamis (21/5).

 

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sebanyak 49.286 sampel darah ayam diuji di Kabupaten Probolinggo untuk mendeteksi penyakit pulorum atau penyakit berak kapur.

Bakteri yang menyebabkan penyakit ini berpotensi menular ke manusia, walaupun tidak parah.

Pengujian dilakukan Kamis (21/5) di PT Malindo Feedmill Tbk Farm III, Tegalsiwalan.

Sejumlah pihak terlibat dalam uji ini. Mulai dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang, serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan, sampai saat ini konsumsi produk unggas sangat tinggi.

Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pengawasan kesehatan ternak menjadi benteng awal perlindungan pangan.

Baca Juga: Belum Ada SPPG di Kabupaten Probolinggo yang Uji Lab Air Limbah

“Kami menargetkan pengujian pulorum dilakukan secara berkala agar keamanan telur dan daging ayam tetap terjamin. Sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk unggas,” tuturnya.

Menurutnya, pengujian pulorum penting dilakukan untuk mendeteksi dini keberadaan bakteri salmolnela pulorum.

Bakteri ini dapat menular secara vertikal dari induk ke telur maupun horizontal antarunggas.

Bahkan menurutnya, pulorum termasuk penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia melalui konsumsi daging terkontaminasi. Atau lewat kontak langsung dengan kotoran ayam terinfeksi.

“Meski tingkat keparahannya tidak setinggi penyakit zoonosis lain seperti antraks, kewaspadaan tetap diperlukan. Higiene dan sanitasi harus dijaga,” ujarnya.

Sebanyak 49.286 sampel darah ayam diperiksa dalam kegiatan ini untuk mendeteksi penyakit berak kapur sejak dini.

Hasil pengujian menjadi salah satu syarat penerbitan sertifikat bebas pulorum bagi perusahaan pembibitan ayam.

Sertifikat ini memastikan anak ayam umur sehari (DOC) yang dihasilkan bebas penyakit sejak awal pemeliharaan, sehingga kualitas dan kesehatan unggas tetap terjaga. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
penyakit berak kapur pulorum menular ke manusia ayam