Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujan Deras, Drainase Mampet, Puluhan Dapur Warga di Sumberasih Probolinggo Tergenang

Inneke Agustin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:57 WIB

 

ASESMEN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen dan membantu warga melakukan normalisasi sungai di Dusun Krajan, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/5) malam.

ASESMEN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen dan membantu warga melakukan normalisasi sungai di Dusun Krajan, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/5) malam.

 

SUMBERASIH, Radar Bromo - Hujan yang mengguyur wilayah Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/5) petang, menyebabkan sungai di Dusun Krajan, Desa Mentor meluap.

Luapan air menggenangi permukiman dan masuk ke dapur-dapur rumah.

Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Agus Salim menjelaskan, sungai meluap bukan hanya disebabkan oleh hujan deras. Namun juga karena aliran sungai tersumbat sedimentasi dan tumpukan sampah di bawah jembatan.

Akibat kejadian tersebut, dapur sekitar 30 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air setinggi 20 sentimeter. Air lebih dulu masuk lewat belakang yaitu ke dapur-dapur rumah yang dekat dengan sungai.

“Hujannya tergolong sedang dan hanya sekitar satu jam. Namun air sungai sudah meluap karena alirannya mampet,” ujarnya.

Menurut Agus, di dusun tersebut ada jembatan berbahan beton yang dibangun pada 1976. Seiring berjalannya waktu, sedimentasi di bawah jembatan makin tebal hingga mempersempit jalur aliran air.

“Selain sedimentasi, banyak sampah yang tersangkut di bawah jembatan. Sehingga air tidak bisa mengalir lancar,” terangnya.

Tim BPBD Kabupaten Probolinggo pun langsung turun ke lokasi pada Kamis (21/5) malam setelah mendapat laporan sungai meluap. Tim melakukan asesmen, sekaligus penanganan darurat.

Malam itu juga, petugas bersama warga melakukan normalisasi aliran sungai secara manual. Normalisasi dilakukan sekitar 30 menit.

Mereka membersihkan sampah yang menyumbat di bawah jembatan menggunakan galah kayu.

Berbagai jenis sampah berhasil dikeluarkan dari bawah jembatan dan dipindahkan ke tepi sungai. Mulai dari sampah plastik hingga batang pohon pisang.

 “Kami melakukan normalisasi manual sampai aliran sungai kembali lancar. Setelah itu genangan mulai surut,” katanya.

Sebagai penanganan jangka panjang, pemerintah desa bersama warga berencana melakukan normalisasi lanjutan pada sungai sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Selain mengeruk sedimentasi, jembatan di lokasi juga akan diperbaiki agar sampah tidak lagi mudah tersangkut dan menghambat aliran sungai.

“Ke depan akan dilakukan normalisasi lagi secara menyeluruh bersama warga. Termasuk perbaikan jembatan supaya aliran air lebih lancar saat hujan turun,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#mentor #banjir #Sumberasih #probolinggo