Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu Mampu Tekan Ongkos Angkut Hasil Panen, Akses Petani Makin Mudah

Inneke Agustin • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:28 WIB
AKSES: Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono melintas di jalan usaha tani di Dusun Mawar, Desa Sumbergaung, yang baru rampung dibangun. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
AKSES: Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono melintas di jalan usaha tani di Dusun Mawar, Desa Sumbergaung, yang baru rampung dibangun. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

SEBAGAI desa yang memiliki sekitar 70 persen wilayah berupa lahan pertanian, Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus memprioritaskan pembangunan yang mendukung sektor ketahanan pangan dan pertanian. Salah satuny ada pembangunan jalan usaha tani yang bertujuan mempermudah aktivitas pertanian.

Jalan usaha tani itu berada di Dusun Mawar, Desa Sumberagung. Jalur ini dirancang mengelilingi area persawahan warga dengan total panjang mencapai sekitar 2,5 kilometer. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap sejak 2022. Sejauh ini telah terealisasi sepanjang kurang lebih 1.143 meter.

Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono mengatakan, pembangunan jalan usaha tani akan kembali dilanjutkan tahun ini. Agar akses pertanian warga semakin optimal. “Tahun ini rencananya akan kami tambah lagi sepanjang 115 meter,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani tidak hanya berupa pengurukan tanah, namun juga dilengkapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT). Infrastruktur ini dibangun dengan lebar sekitar 2,5 meter, sehingga akses menuju area pertanian menjadi jauh lebih mudah.

Kini, jalan tersebut tidak hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat. Kondisi ini sangat membantu para petani, terutama dalam proses distribusi hasil panen maupun pengangkutan kebutuhan pertanian seperti pupuk dan alat produksi. Jadi ongkos kirimnya lebih murah. Baik angkut hasil panen ataupun angkut pupuknya. Turun sekitar 75 persen atau sekitar Rp 300 juta selama setahun,” jelas Tri.

SINERGI: Sejumlah warga dan pengurus Expo Bahan Bahan Pertanian berfoto bersama.
SINERGI: Sejumlah warga dan pengurus Expo Bahan Bahan Pertanian berfoto bersama.

Dampak pembangunan jalan usaha tani juga dirasakan pada meningkatnya nilai lahan pertanian di sekitar lokasi. Selain itu, keberadaan TPT turut membantu kelancaran sistem irigasi menuju area persawahan warga. Dengan aliran air yang lebih lancar, kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi lebih maksimal sehingga mendukung pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan cepat.

Selain pembangunan infrastruktur pertanian, Pemerintah Desa Sumberagung, juga menjalankan program ketahanan pangan lainnya. Salah satunya melalui kegiatan penggemukan sapi di Dusun Dahlia. Kini ada lima ekor sapi jenis limousin dan blaster.

Melalui program itu, pemerintah desa berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tambahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Harapannya dengan adanya hal-hal semacam ini dapat memberikan dampak baik pada keluarga,” katanya. (gus/rud/*)

 

Kembangkan Kawasan UMKM, Dongkrak Ekonomi Masyarakat

PEMERINTAH Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu bersama Pemerintah Desa Ngepoh, terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Tidak hanya fokus pada sektor ketahanan pangan, kedua desa yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kun Fayakun, ini juga mulai mengembangkan potensi kawasan desa menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik Pengairan PUPR Provinsi Jawa Timur di Desa Ngepoh. Lahan yang sebelumnya tidak terawat dan dipenuhi semak belukar itu, kini disulap menjadi kawasan tempat nongkrong dan ruang usaha masyarakat yang lebih tertata dan nyaman.

Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono menngatakan, pengembangan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap melalui pembangunan sejumlah bedak atau kios usaha bagi pelaku UMKM. Rencananya, akan dibangun lima bedak. Saat ini satu unit telah berdiri dan dimanfaatkan sebagai tempat usaha pedagang jus. Pembangunan lainnya akan dilakukan bertahap.

BERSIH: Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono di lahan milik Pengairan Provinsi Jatim di Desa Ngepoh, yang dimanfaat kan sebagai sentra kuliner
BERSIH: Sekretaris Desa Sumberagung Tri Hardiyanto Jiwandono di lahan milik Pengairan Provinsi Jatim di Desa Ngepoh, yang dimanfaat kan sebagai sentra kuliner

Menurut Tri, keberadaan kawasan usaha itu diharapkan mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD). Sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. “Bukan hanya itu, sejak adanya bedak tersebut, akses menuju desa kami makin ramai dan dapat meminimalisir angka kriminalitas,” ujarnya.

Selain pengembangan kawasan usaha, Pemerintah Desa Sumberagung juga aktif mendukung kegiatan kepemudaan melalui Karang Tarunadesa. Salah satu kegiatan yang rutin digelar adalah Expo Obat-Obatan Pertanian yang dilaksanakan hampir setiap bulan di lapangan sepak bola desa. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga. Dalam setiap pelaksanaannya, mampu mendatangkan hampir 1.000 pengunjung dari berbagai daerah.

Dalam kegiatan itu, para peserta terlebih dahulu membeli produk pertanian yang dipamerkan untuk mendapatkan nomor undian berhadiah. Berbagai hadiah menarik disiapkan panitia guna menambah daya tarik kegiatan. “Jadi beli produknya dulu, nanti dapat nomor undian. Biasanya hadiahnya sepeda listrik, arko, dan sebagainya,” katanya. (gus/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#sumberagung #dringu #ketahanan pangan #pertanian #probolinggo