PROGRAM pemberdayaan dan pelayanan sosial terus dilakukan Pemerintah Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Beragam inovasi mulai disiapkan.
Mulai dari pengelolaan sampah terpadu, pengembangan budi daya perikanan, hingga penguatan layanan kesehatan masyarakat dan bantuan sosial. Semuanya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang kini dipersiapkan Pemerintah Desa Kalisalam adalah pengolahan sampah berbasis lingkungan.
Program ini dirancang dimulai dari tingkat rumah tangga dengan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik.
Sekretaris Desa Kalisalam Ahmad Choirul Anwar mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang selama ini langsung dibuang tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
“Sampah organik nantinya akan dimanfaatkan sebagai pakan magot. Ditambah lagi dengan limbah organik dari SPPG setempat,” ujarnya.
Selanjutnya, magot hasil budi daya akan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk budi daya lele yang dikembangkan pemerintah desa bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui kerja sama itu, pemerintah desa berencana mengembangkan budi daya lele di 24 kolam.
Pemanfaatan magot sebagai pakan dinilai mampu menekan biaya operasional. Sekaligus, menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Bekerja sama dengan KDKMP, kami akan melakukan budidaya perikanan sebanyak 24 kolam lele, di mana pakannya menggunakan magot,” terangnya.
Selain fokus pada pengelolaan lingkungan, pemerintah desa juga terus menggencarkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan di seluruh dusun. Meliputi Posyandu Balita dan Lansia. Pemerintah desa juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sekitar 200 penerima manfaat.
“Ditambah sejak minggu ini kami menerima Program MBG bagi B3. Yakni, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” katanya.
Tak hanya itu, Pemerintah Desa Kalisalam, juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 10 warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, warga dengan riwayat penyakit kronis, serta janda tunggal kurang mampu. (gus/rud/*)
Genjot Pembangunan Koperasi-Asah Skill Remaja
PEMERINTAH Desa Kalisalam terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu langkah yang saat ini tengah dilakukan dengan mendukung pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Desa Kalisalam Ahmad Choirul Anwar mengatakam, pemerintah desa berperan aktif sejak tahap perencanaan pembangunan koperasi. Penentuan lokasi dilakukan melalui musyawarah desa, agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Dari hasil musyawarah, akhirnya dipilih tanah kas desa yang dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Dekat permukiman. Lokasi tersebut juga memiliki akses jalan yang memadai, sehingga kendaraan roda empat dapat keluar masuk dengan mudah.
Sejauh ini pembangunan gedung koperasi telah mencapai sekitar 70 persen. Pemerintah desa berharap keberadaan koperasi nantinya mampu menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung perputaran ekonomi desa. “Kami juga telah melakukan sosialisasi, agar masyarakat nanti bisa membeli barang kebutuhan di sana,” terangnya.
Tak hanya fokus pada pengembangan ekonomi, pemerintah desa juga mulai menyiapkan program peningkatan kapasitas generasi muda desa. Salah satunya melalui rencana pelatihan public speaking, master of ceremony (MC), hingga reporter bagi pemuda dan pemudi desa. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang mampu berperan aktif dalam publikasi dan promosi potensi desa melalui media digital.
“Ini penting agar ke depannya mereka bisa menjadi konten kreator desa dan membantu melakukan publikasi desa sehingga lebih dikenal masyarakat luas,” katanya. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga