KANIGARAN, Radar Bromo - Satu jamaah haji asal Kota Probolinggo masih berada di Madinah, hingga Sabtu (16/5) waktu setempat.
Jamaah haji ini harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Meski demikian, Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Probolinggo tetap akan menfasilitasi safari wukuf bagi jamaah yang sakit.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Probolinggo, Didik Heriadi mengatakan, secara umum kondisi seluruh calon jemaah haji asal Kota Probolinggo dalam keadaan sehat. Hanya satu yang sakit.
“Alhamdulillah, berdasarkan koordinasi intensif dan pemantauan digital yang kami lakukan, seluruh calon jemaah haji Kota Probolinggo dalam kondisi sehat walafiat. Hanya satu jemaah atas nama Bapak Basori yang sampai hari ini masih menjalani perawatan di Madinah,” katanya.
Saat ini menurut Didik, kondisi Basori mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, dia belum memungkinkan untuk diberangkatkan ke Makkah.
Karena itu, pihaknya telah menyiapkan skema safari wukuf bagi jemaah yang sakit. Sehingga, tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah haji.
“Secara syariat, jemaah yang sakit tetap akan difasilitasi safari wukuf. Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan armuzna beliau sudah sehat dan bisa bergabung kembali bersama istrinya,” ujarnya.
Didik menjelaskan, calon Jemaah haji Kloter SUB 05, termasuk asal Kota Probolinggo akan mengikuti program murur dan tanazul. Tujuannya, menjaga kondisi fisik jemaah selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
“Program ini memudahkan jemaah agar tidak terlalu lama berada di Mina. Setelah lempar jumrah aqabah, seluruh jemaah langsung kembali ke hotel. Sehingga kondisi kesehatan mereka lebih terjaga,” terangnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Probolinggo, Eko Purwanto yang tengah menunaikan ibadah haji mengatakan, suhu di Makkah saat ini sangat panas. Mencapai 44 derajat Celsius. Namun, semangat para jemaah tetap tinggi.
“Kami di sini Alhamdulillah sehat wal afiat. Walaupun panas mencapai 44 derajat celcius, semangat jemaah tidak surut.” ujarnya.
Petugas kesehatan haji, dr. Mega Ratnasari menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kondisi kesehatan jemaah secara umum tergolong aman dan terkendali. Meskipun, banyak jamaah haji yang sakit batuk, pilek dan gatal-gatal.
“Kalau kondisi jemaah Kota Probolinggo saat ini banyak yang batuk, pilek, dan gatal-gatal karena cuaca kering. Ada juga beberapa yang nafsu makannya menurun karena mungkin belum cocok dengan menu makanan di sini. Tetapi secara umum aman,” tambahnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi