Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dapat Informasi Perundungan Siswa, Komisi I DPRD Kota Probolinggo Datangi SMPN 5

Arif Mashudi • Selasa, 19 Mei 2026 | 06:59 WIB
Ilustrasi Bullying
Ilustrasi Bullying

KANIGARAN, Radar Bromo- Sejumlah dugaan permasalahan di SMPN 5 Kota Probolinggo, mengudang perhatian serius DPRD Kota Probolinggo. Senin (18/5), Komisi I DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah di Jalan Cokroaminoto ini.

Mereka mengklarifikasi soal penggunaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) hingga informasi dugaan adanya bullying atau perundungan terhadap salah satu siswa. Seorang pelajar menjadi korban perundungan seorang guru hingga enggan bersekolah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Zainul Fathoni mengatakan, sidak dilakukan untuk mengklarifikasi penggunaan BOSDA, baik tahun 2025 maupun yang akan dilakukan tahun ini. Informasinya, tahun kemarin sekolah ini mempunyai proyek pengecatan lapangan yang dananya dari BOSDA 2025.

Dalam informasi itu, disebutkan izin usaha penyedia jasa proyek tersebut tidak aktif. Namun setelah dikroscek pihak sekolah, masih aktif. Semua pekerjaan juga sudah terealisasi dan telah diperiksa Inspektorat.

“Tapi kami tekankan kembali untuk penggunaan BOSDA, BOS, dan kegiatan fisik tahun ini supaya lebih patuh terhadap aturan. Tapi ternyata BOSDA yang diterima SMPN 5 tahun ini hanya untuk honor guru PPPK paro waktu, sedangkan BOS belum terealisasi,” katanya.

Soal informasi dugaan bullying yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, pihak sekolah menyebutkan apa yang dilakukan guru bukan bentuk bullying. Tetapi pendidikan untuk memotivasi agar siswa tersebut lebih bersemangat.

Fathoni mengaku datang untuk memastikan tindak bullying dan mencegahnya. Salah satunya dengan mengecek lingkungan sekolah, termasuk terkait kelengkapan CCTV.

“Di SMPN 5 ada belasan CCTV di sejumlah titik lingkungan sekolah, sehingga jika ada informasi dugaan bullying bisa segera ditindaklanjuti dengan penelusuran, pembinaan, pendampingan, dan lainnya,” pesannya.

Kepala SMPN 5 Kota Probolinggo David Jonatha mengaku baru menjabat kepala SMPN 5 tahun ini. Soal kegiatan fisik atau kegiatan lainnya pada 2025, dirinya kurang paham. Tetapi sesuai laporan, semua kegiatan sudah terealisasi dan sudah diperiksa Inspektorat.

“Dana BOS tahun ini belum terealisasi. Tapi kami terima saran dan masukan DPRD untuk lebih hati-hati dalam penggunaan BOS dan BOSDA,” terangnya.

Soal dugaan bullying terhadap siswa, David mengaku baru mendapatkan laporan itu kemarin. Ia mengaku akan melakukan penelusuran lebih dulu, dengan meminta keterangan kedua belah pihak. Yakni, dari siswa dan guru.

“Kami harus mendengarkan informasi dari dua pihak. Karena kami yakin niat dan keinginan tenaga pendidik di sini semua untuk memotivasi para siswa untuk lebih semangat dan maksimal dalam belajar,” ungkapnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#smpn 5 #cokroaminoto #dprd #komisi 1 #probolinggo