PROBOLINGGO, Radar Bromo - Sepuluh pasang finalis Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo Tahun 2026 mengikuti karantina di Hotel Ratna, Sabtu-Minggu (16-17/5).
Kegiatan ini merupakan rangkaian pemilihan Duta Wisata untuk membekali para finalis sebelum memasuki tahap grand final.
Selama karantina, para finalis mendapatkan berbagai materi penting. Tujuannya, meningkatkan kemampuan komunikasi, wawasan pariwisata, hingga pengembangan karakter diri.
“Pembekalan tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki pengetahuan luas dan mampu menjadi wajah promosi wisata Kota Probolinggo,” terang Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Yuli Budiastuti.
Yuli menjelaskan, pada hari pertama para finalis menerima sejumlah materi penting. Di antaranya, public speaking dan komunikasi efektif, pengembangan kepribadian dan personal branding, serta wawasan kepariwisataan dan budaya daerah.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal utama bagi seorang duta wisata. Sebab, mereka nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat maupun wisatawan untuk memperkenalkan potensi daerah.
“Untuk materi public speaking akan disampaikan oleh narasumber kami Eka Chandra dari LKP Pratama Mulia. Materi ini penting untuk meningkatkan rasa percaya diri para finalis ketika memperkenalkan Kota Probolinggo kepada wisatawan,” terangnya.
Materi pengembangan kepribadian dan personal branding diberikan oleh Yuk Anindya, runner up Putri Indonesia Jawa Timur. Sedangkan materi wawasan kepariwisataan dan budaya daerah disampaikan oleh dosen pariwisata dari UNEJ Jember.
Tak hanya menerima materi di dalam ruangan, para finalis juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Paguyuban Kang Yuk Kota Probolinggo. Dalam sesi tersebut, peserta mendapat berbagai pertanyaan seputar potensi wisata, budaya daerah, hingga kemampuan mereka dalam menyampaikan ide dan pendapat.
“Melalui FGD, ini kami dapat melihat sejauh mana pengetahuan peserta mengenai wisata dan budaya Kota Probolinggo. Kami juga menilai interaksi mereka dengan sesama finalis sebagai salah satu indikator penilaian untuk menentukan Kang atau Yuk Persahabatan,” ujar Yuli.
Selain itu, hasil FGD turut menjadi salah satu bahan pertimbangan dewan juri dalam menentukan lima besar finalis terbaik. Selanjutnya pada hari kedua, Minggu (17/5), para finalis melanjutkan kegiatan dengan melakukan audiensi bersama Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin di rumah dinasnya.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota memberikan motivasi sekaligus pesan kepada seluruh finalis agar memiliki rasa percaya diri dan keberanian dalam menghadapi tantangan ke depan.
Menurutnya, seorang duta wisata harus mampu tampil percaya diri dan adaptif dalam berbagai situasi. “Maka jangan takut untuk menghadapi segala kemungkinan,” katanya.
Wali Kota juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan sektor pariwisata Kota Probolinggo. Para finalis didorong untuk terus berinovasi dan menunjukkan kreativitas dalam mempromosikan destinasi wisata daerah melalui berbagai media dan pendekatan kekinian.
“Kami optimistis mereka benar-benar bisa menjadi duta wisata dan memberikan dampak positif terhadap Kota Probolinggo ke depannya,” tuturnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi