Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Diterjang Banjir, Bronjong Hanyut dan Jembatan Rabunan Gading Probolinggo Rusak

Inneke Agustin • Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:58 WIB
ASESMEN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen ke lokasi bronjong yang rusak akibat banjir di jembatan Rabunan di Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/5).
ASESMEN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen ke lokasi bronjong yang rusak akibat banjir di jembatan Rabunan di Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/5).

GADING, Radar Bromo–Sebuah bronjong hanyut diterjang banjir, Kamis (15/5) malam di Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Menyebabkan jembatan Rabunan di tempat itu rusak.

Peristiwa tersebut sempat mengkhawatirkan warga. Sebab, jembatan yang terbuat dari bambu itu menjadi salah satu akses penghubung masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, Agus Salim menjelaskan, sebelumnya wilayah setempat diguyur hujan deras. Menyebabkan debit air sungai naik drastis.

Aliran air sungai yang deras kemudian menggerus  bronjong yang dipasang di bawah jembatan. Hingga membuat bronjong yang dijadikan pondasi jembatan itu hanyut.

“Sebelum kejadian memang hujan deras turn, sehingga debit sungai meningkat. Akibatnya bronjong yang ada di bawah jembatan terbawa arus dan jembatan ikut terdampak,” ujarnya.

Bronjong itu sendiri dipasang melintang di aliran sungai sebagai penahan arus, sekaligus penopang jembatan bambu di atasnya.

Jembatan itu dibangun seara swadaya oleh masyarakat Desa Batur demi mempermudah mobilitas masyarakat.

Menurut Agus, total terdapat sekitar 55 bronjong yang dipasang di lokasi. Seluruh material kawat bronjong berasal dari bantuan pemerintah, yaitu dari BPBD dan Dinas PUPR. Sedangkan pengadaan batu dilakukan secara swadaya oleh warga.

 Saat debit air sungai terus, sekitar 15 bronjong hanyut dan terputus akibat terjangan arus.

Sementara beberapa bronjong lainnya miring, sehingga membuat bagian tengah jembatan menjadi goyah.

“Karena bagian penyangganya berkurang, bagian tengah jembatan jadi goyang dan kurang kuat,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, bronjong akan ditata ulang menggunakan metode trap atau sistem susunan 4-3-2-1. Sehingga, konstruksinya lebih kokoh dan mampu menahan tekanan arus sungai saat debit air meningkat.

BPBD Kabupaten Probolinggo juga telah melakukan asesmen di lokasi, Jumat (16/5) untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Kami masih berkoordinasi dan rencananya akan membantu sekitar 30 bronjong untuk mengganti yang hilang dan rusak,” terang Agus. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#batur #banjir #probolinggo #bronjong #Gading