MAYANGAN, Radar Bromo –Sebuah lahan kosong di kawasan padat penduduk di Jalan Belanak, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terbakar Kamis (14/5) siang.
Beruntung, api cepat dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendy mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.09 dari Sholeh, 45. Petugas pun langsung ke lokasi dengan membawa satu unit fire truck.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Di lokasi, petugas mendapati api membakar lahan kosong yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Sehingga menimbulkan kepanikan. Karena itu, petugas langsung memadamkam api agar tidak meluas ke permukiman.
Nanang menyebut, proses pemadaman relatif lancar. Akses menuju lokasi cukup mudah dijangkau kendaraan pemadam.
Namun petugas sedikit kesulitan menjangkau titik api. Sebab, posisi lahan berada di balik pagar pembatas setinggi sekitar 1,5 meter.
“Untuk mencapai titik api, petugas harus naik melewati pagar. Tapi secara keseluruhan penanganan berjalan lancar,” terangnya.
Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan pukul 10.25 atau kurang lebih 15 menit setelah penanganan dilakukan. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah bisa segera kami tangani sebelum api benar-benar melalap rumah warga,” kata Nanang.
Nanang menyebut, kebakaran diduga berasal dari sampah yang dibakar. Sampah yang dibakar ditinggalkan dalam kondisi api belum benar-benar padam.
“Awalnya ada warga yang membakar sampah, lalu ditinggal. Ternyata api masih menyala dan merambat ke area sekitar hingga mendekati rumah warga,” jelas Nanang.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 36 meter persegi lahan kosong hangus terbakar. Kobaran api yang mulai membesar sempat membuat warga khawatir karena lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman padat penduduk.
“Kami mengimbau agar tidak sembarangan membakar sampah karena sekarang mulai musim angin dan kemarau. Jangan meninggalkan sampah yang dibakar. Karena apinya bisa merembet ke semak-semak atau bangunan di sekitarnya,” terangnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi