Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sempat Dirawat di ICU, Jemaah Haji Kabupaten Probolinggo asal Kramatagung Bantaran Wafat di Makkah

Inneke Agustin • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:55 WIB

 

LENGKAPI ADMINISTRASI: Petugas Haji Kabupaten Probolinggo saat mengurus administrasi isian data kematian Asraf, 65, jemaah haji asal Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Kamis (14/5)
LENGKAPI ADMINISTRASI: Petugas Haji Kabupaten Probolinggo saat mengurus administrasi isian data kematian Asraf, 65, jemaah haji asal Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Kamis (14/5)

MAKKAH, Radar Bromo-Kabar duka datang dari rombongan jamaah haji Kabupaten Probolinggo. Seorang jamaah haji yang tergabung dalam Sub Kloter 1, Asraf, 65, warga Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran, meninggal dunia di Tanah Suci pada Kamis (14/5) dini hari waktu setempat.

Plh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin mengatakan, sebelum meninggal dunia almarhum sempat mengalami gangguan kesehatan beberapa hari sebelumnya.

Asraf mulai mengeluhkan sesak napas disertai demam pada Senin (11/5) pagi.

Kondisinya kemudian diperiksa oleh dokter kloter dan direkomendasikan untuk segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di King Abdul Aziz Hospital, Makkah.

“Setelah diperiksa dokter kloter, beliau langsung dirujuk ke King Abdul Aziz Hospital untuk mendapatkan penanganan intensif,” ujarnya.

Setibanya di rumah sakit, almarhum langsung mendapat perawatan medis dan ditempatkan di ruang ICU karena kondisi kesehatannya cukup serius.

Pada Selasa (12/5), kondisi Asraf dilaporkan semakin menurun hingga harus dipasangi ventilator akibat mengalami gagal napas.

Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari.

“Pada Kamis pukul 02.30 waktu setempat, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” kata Ervin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes atau kencing manis serta kolesterol tinggi.

Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi kesehatannya selama menjalankan ibadah haji.

Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit di Makkah sambil menunggu proses lebih lanjut dari pihak terkait.

Hingga kini belum ada kepastian lokasi pemakaman almarhum, meski umumnya jamaah yang wafat di Tanah Suci dimakamkan di Makkah. “Belum ada informasi pasti terkait lokasi pemakaman, namun biasanya jamaah yang wafat di sana dimakamkan di Makkah,” terangnya.

Ervin menambahkan, almarhum berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Riyati, 50, dan tiba di Mekkah pada Rabu (22/4) lalu bersama rombongan jamaah haji Kabupaten Probolinggo.

Pihak Kemenhaj Kabupaten Probolinggo turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jamaah tersebut. Mereka berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan husnul khatimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan,” jelasnya. (gus/mie)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#kramatagung #jemaah haji #bantaran #probolinggo #makkah