Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan di Desa Pabean Dringu Probolinggo Kini Makin Nyaman, Lampu Penerangan Juga Bikin Aman

Inneke Agustin • Jumat, 15 Mei 2026 | 06:32 WIB
TERANG: Sejumlah masyarakat saat melintas di Jalan Pramuka, Desa Pabean yang kini sudah dilengkapi dengan lampu PJU di sepanjang jalan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
TERANG: Sejumlah masyarakat saat melintas di Jalan Pramuka, Desa Pabean yang kini sudah dilengkapi dengan lampu PJU di sepanjang jalan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah Desa (Pamdes) Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan sebagai upaya mendukung aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

DESA Pabean memiliki jumlah penduduk sekitar 6.337 jiwa. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani meski sebagian lainnya juga berprofesi sebagai pegawai hingga nelayan. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama Pemdes Pabean untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga sehari-hari.

Salah satu program yang direalisasikan tahun ini adalah pengaspalan Jalan Pramuka di Desa Pabean. Jalan ini merupakan akses penghubung menuju Desa dan Kecamatan Dringu sehingga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Pembangunan tersebut mendapat dukungan dari dana pokok pikiran (pokir) dewan. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan berlubang kini telah diperbaiki sehingga lebih nyaman dilalui masyarakat.

Kepala Desa Pabean, Sulistiono menjelaskan pengaspalan dilakukan dengan dua jenis pengerjaan. Yakni hotmix seluas 902 meter persegi dan lapen seluas 891 meter persegi.

SEKTOR PERIKANAN: Budi daya ikan bandeng di tambak seluas kurang lebih 6.000 meter persegi yang menjadi program unggulan BUMDes Pabean. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
NYAMAN: Kepala Desa Pabean, Sulistiono bersama perangkatnya saat mengecek aspal di Jalan Pramuka, Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

“Dulu jalan ini memang sudah teraspal, tetapi banyak yang berlubang sehingga kurang nyaman dilalui warga. Sekarang akses masyarakat menuju kantor desa, sekolah, maupun pasar sudah jauh lebih nyaman,” katanya.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Pemdes Pabean berharap aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut meningkat. Distribusi hasil pertanian maupun aktivitas perdagangan warga diharapkan menjadi lebih lancar.

“Harapannya tentu perekonomian masyarakat ikut terdongkrak karena akses jalannya sudah bagus dan nyaman. Untuk sisa jalan yang belum tertangani, insyaallah tahun ini juga akan diperbaiki oleh PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Tak hanya fokus pada perbaikan jalan, Pemdes Pabean juga melakukan pemasangan 50 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut. Kehadiran lampu penerangan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya saat malam hari.

Sulis menuturkan, sebelumnya kondisi Jalan Pramuka cukup gelap. Padahal tidak sedikit petani yang beraktivitas menuju sawah pada malam maupun dini hari. “Dengan adanya lampu penerangan jalan ini, akses warga menjadi lebih terang dan aman. Selain untuk penerangan, ini juga sebagai upaya mengantisipasi dan meminimalisir tindak kriminalitas,” ungkapnya.

SENANG: Kepala Desa Pabean, Sulistiono bersama perangkatnya saat memberikan BLT DD tahun ini pada sejumlah warga. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SENANG: Kepala Desa Pabean, Sulistiono bersama perangkatnya saat memberikan BLT DD tahun ini pada sejumlah warga. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Perkuat Ketahanan Pangan dan Bantuan Sosial

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemdes Pabean juga mengembangkan sektor ketahanan pangan yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program tersebut dikembangkan sebagai upaya memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Beragam potensi lokal dimanfaatkan melalui sektor peternakan, pertanian, hingga perikanan yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

Kepala Desa Pabean, Sulistiono mengatakan saat ini terdapat tiga bidang utama yang dikelola dalam program ketahanan pangan desa, yakni peternakan domba, penangkaran bibit bawang merah, dan budidaya ikan bandeng.

Pada sektor peternakan, Pemdes Pabean mengembangkan usaha ternak domba yang kini berjumlah 15 ekor. Hewan ternak tersebut dipelihara di dua lokasi berbeda, yakni lima ekor di Dusun Pabean dan 10 ekor lainnya di Dusun Pandean.

Rencananya, domba-domba tersebut akan dijual menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan bagi desa.

“Harapan kami nanti harganya bisa meningkat saat Idul Adha sehingga hasilnya dapat menambah PAD desa,” katanya.

Untuk menunjang kebutuhan pakan ternak, Pemdes Pabean juga memanfaatkan tanah kas desa (TKD) sebagai lahan penanaman rumput gajah. Keberadaan lahan pakan sendiri dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus memastikan kualitas pakan ternak tetap baik dan segar.

Selain itu, lokasi lahan rumput gajah yang berada dekat dengan kandang ternak juga mempermudah proses perawatan sehari-hari.

SEKTOR PERIKANAN: Budi daya ikan bandeng di tambak seluas kurang lebih 6.000 meter persegi yang menjadi program unggulan BUMDes Pabean. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SEKTOR PERIKANAN: Budi daya ikan bandeng di tambak seluas kurang lebih 6.000 meter persegi yang menjadi program unggulan BUMDes Pabean. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Kami menanam rumput gajah sendiri di tanah kas desa karena lokasinya dekat dengan kandang, sehingga lebih mudah dalam perawatan dan pakan ternak selalu tersedia,” tuturnya.

Sementara di bidang pertanian, Pemdes Pabean mengembangkan penangkaran bibit bawang merah di Dusun Cabean. Program ini dilakukan dengan menyediakan bibit bawang merah berkualitas yang dijual kepada para petani setempat.

Hingga saat ini, bibit bawang merah tersebut telah dua kali dipasarkan dan mendapat hasil yang memuaskan. Selain kualitas bibit yang unggul, harga jual yang ditawarkan juga relatif lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

“Bibit yang kami sediakan kualitasnya super dan kami prioritaskan untuk masyarakat desa terlebih dahulu karena mayoritas warga di sini adalah petani. Harganya juga lebih murah dibandingkan di luar,” ujarnya.

Tak hanya itu, sektor perikanan juga menjadi salah satu program unggulan BUMDes Pabean. Pemdes mengembangkan budi daya ikan bandeng di tambak seluas kurang lebih 6.000 meter persegi. Sebanyak 25 ribu bibit bandeng ditebar dan dibudidayakan di tambak tersebut. Hasilnya pun cukup menggembirakan. Pada panen Ramadan tahun ini, produksi bandeng yang diperoleh hampir mencapai satu ton.

Menurut Sulistiono, seluruh program ketahanan pangan tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan PAD desa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. “Semua program ini tentu dapat menjadi sumber PAD desa dan harapannya juga bisa menyerap tenaga kerja masyarakat. Tahun ini kami berencana menebar sekitar 15 hingga 20 ribu bibit bandeng agar hasil panennya lebih maksimal,” katanya.

Di sisi lain, Pemdes Pabean juga tetap menjalankan program bantuan sosial melalui Dana Desa Bantuan Langsung Tunai (DD BLT). Tahun ini, sebanyak enam warga telah menerima bantuan tersebut.

Sulistiono menjelaskan, penerima bantuan dipilih secara selektif dengan memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama warga dengan kondisi keterbatasan fisik dan ekonomi.

“Kami memilih penerima yang memang layak menerima bantuan. Ada yang mengalami gangguan penglihatan dan ada juga yang tidak bisa berjalan. Harapannya bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” terangnya. (gus/fun/*)

 

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan dringu #desa pabean #transparansi desa