Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Pangan Masih Tinggi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Murah

Arif Mashudi • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:35 WIB
CEK LANGSUNG: Wali Kota Aminuddin berkoordinasi memantau langsung kegiatan pasar murah di Taman Maramis, Kota Probolinggo. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
CEK LANGSUNG: Wali Kota Aminuddin berkoordinasi memantau langsung kegiatan pasar murah di Taman Maramis, Kota Probolinggo. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga pangan di Kota Probolinggo masih tinggi. Kondisi ini mengancam inflasi Kota Probolinggo naik. Karena itu, Pemkot Probolinggo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harapan dapat menekan harga pangan dan inflasi.

Selasa (12/5), kegiatan ini digelar di Taman Maramis. Beragam komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Seperti gula dijual seharga Rp 15 ribu per kilogram. Di pasar masih Rp 17 ribu per kilogram. Juga ada telur yang dijual Rp 24 ribu per kilogram. Lebih murah Rp 2 ribu dibanding di pasaran.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, upaya ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha.

“Beras premium SPHP kualitas bagus dari Bulog, harganya hanya Rp 55 ribu (per 5 kilogram). Di pasaran bisa sampai Rp 72 ribu. Selisihnya lumayan besar, hampir Rp 18 ribu,” katanya.

Selain beras, minyak goreng dijual mulai Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter, tepung terigu Rp 10 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp 26 ribu per kilogram. Aminudin mengatakan, GPM sengaja digelar mendadak agar masyarakat bisa segera memanfaatkan kesempatan tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Hingga menjelang siang hari, sejumlah komoditas seperti Minyakita, gula, bawang putih, dan telur dilaporkan telah ludes diserbu pembeli. Menurutnya, GPM akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah Kota Probolinggo, untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Idul Adha. Sehingga, inflasi Kota Probolinggo terus terjaga,” harap Aminuddin.

Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Kuswadi mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha, memang harga pangan masih tinggi. Karena itu, pihaknya terus mengadakan pasar murah untuk menekan harga.

“Stok beras dipastikan aman. Karena itu, setiap GPM kami siapkan 2 ton beras SPH untuk dibeli masyarakat sesuai HET,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#gerakan pangan #murah #hari raya #probolinggo #idul adha