MENJELANG malam Puncak Pemilihan Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo Tahun 2026, sepuluh pasang finalis terpilih mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan dan pengenalan potensi daerah. Tujuannya, membentuk para finalis menjadi duta wisata yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang sejarah, budaya, hingga potensi pariwisata Kota Probolinggo.
Kegiatan tersebut digelar sejak Jumat-Minggu (8-10/5). Para finalis merupakan peserta terbaik yang berhasil lolos setelah melalui sejumlah tahapan seleksi. Mulai dari tes tulis, wawancara, hingga penampilan bakat.
“Dari seluruh rangkaian seleksi, akhirnya terpilih sepuluh pasang calon finalis Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo Tahun 2026,” ujar Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Yuli Budiastuti.
Jumat (8/5), mereka mengikuti sesi photoshoot. Seluruh peserta tampil menunjukkan pesona serta karakter masing-masing di depan kamera. Foto ini akan digunakan untuk penilaian kategori favorit melalui website votelino.id.
“Nantinya masyarakat dapat memerikan dukungan melalui website votelino.id. Peserta yang mendapat vote terbanyak akan menjadi Kang dan Yuk Favorit,” ujar Yuli.
Sabtu (9/5), ada city tour ke sejumlah destinasi dan lokasi ikonik di Kota Probolinggo. Di antaranya, SuperSkin Clinic, Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Alun-Alun Kota Probolinggo, Gereja Merah, hingga sentra Batik Purwa. Para finalis diajak mengenal lebih dekat kekayaan budaya, sejarah, dan potensi wisata Kota Probolinggo.
Tidak sekadar berkunjung, mereka juga mendapatkan berbagai motivasi dan edukasi. Mulai dari pemahaman sejarah kota hingga wawasan mengenai kewirausahaan.
“Kami dorong agar tidak hanya mengenal wisata dan budaya Kota Probolinggo dari permukaannya, tetapi juga memahami detail dan nilai yang terkandung di dalamnya. Harapannya, mereka benar-benar mampu menjadi duta wisata yang dapat mengenalkan Kota Probolinggo ke masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Probolinggo Kholid Asrori mengatakan, selama city tour para finalis juga dibekali pengetahuan sejarah di sejumlah titik yang dilalui. Mulai kawasan Batalyon Yon Zipur, Jalan Panjaitan yang dahulu dikenal dengan nama Bromo Straat, Jalan Suroyo yang dulunya bernama Heerenstraat, hingga kultur masyarakat pesisir Mayangan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tersendiri.
“Kami mengenalkan sejarah dan budaya di berbagai lokasi yang dilintasi agar para finalis memiliki bekal pengetahuan yang kuat saat nantinya menjalankan peran sebagai duta wisata,” jelasnya.
Para finalis juga diuji kemampuan praktiknya sebagai local guide saat berada di kawasan BJBR. Mereka diminta memandu kelompok sekaligus menyampaikan informasi wisata secara komunikatif dan menarik.
“Sebagai promotor wisata, mereka harus mampu menguasai medan, me-manage grup, serta memberikan penjelasan dengan cara yang luwes dan nyaman diterima wisatawan,” imbuh Kholid.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan latihan koreografi, Minggu (10/5), sebagai persiapan menuju malam Puncak Pemilihan Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo Tahun 2026. Dengan harapan, seluruh proses pembekalan ini mampu melahirkan generasi muda yang siap mempromosikan pariwisata Kota Probolinggo di tingkat yang lebih luas. (gus/*)
Editor : Fahreza Nuraga