Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anggota DPR RI Dini Rahmania Ajak Gen-Z Tangguh Hadapi Bencana: Gelar Seminar Edukasi hingga Simulasi

Inneke Agustin • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:00 WIB
TANGGUH BENCANA: Anggota DPR RI Dini Rahmania (tengah) bersama Kalaksa BPBD Kota Probolinggo dan jajaran, perwakilan Tagana Kabupaten Probolinggo, Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti (empat dari kanan), serta peserta Gen Z Tangguh Bencana di gedung Bale Hinggil, minggu (10/5). (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
TANGGUH BENCANA: Anggota DPR RI Dini Rahmania (tengah) bersama Kalaksa BPBD Kota Probolinggo dan jajaran, perwakilan Tagana Kabupaten Probolinggo, Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti (empat dari kanan), serta peserta Gen Z Tangguh Bencana di gedung Bale Hinggil, minggu (10/5). (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

 PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana terus ditanamkan kepada generasi muda.

Minggu (10/5), puluhan pelajar SMA sederajat dari Kota dan Kabupaten Probolinggo mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi yang digelar di Bale Hinggil, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang diinisiasi oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini melibatkan kalangan Gen Z untuk jadi bagian dari upaya edukasi kebencanaan.

Tujuannya agar para pelajar memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi maupun bencana lainnya.

Dalam acara itu menghadirkan Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto serta Koordinator Tagana Kabupaten Probolinggo Buntoro Putro sebagai narasumber.

AJAK TANGGAP BENCANA: Anggota DPR RI Dini Rahmania. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
AJAK TANGGAP BENCANA: Anggota DPR RI Dini Rahmania. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

Dalam sambutannya, Dini menjelaskan pentingnya mitigasi bencana. Sebab, bisa meminimalisir dampak bencana. 

"Bencana itu datangnya tak diundang, tak ada woro-woronya. Kita harus bersiap siaga untuk menghadapinya," pesan Dini. 

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Anggota DPR RI Dini Rahmania, Hadir, Bekerja, dan Berdampak Nyata

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandi menjelaskan, masyarakat Probolinggo perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi.

BELAJAR: Sejumlah pelajar SMA di Probolinggo saat mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Minggu (10/5). (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
BELAJAR: Sejumlah pelajar SMA di Probolinggo saat mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Minggu (10/5). (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

Sebab, di wilayah Kabupaten Probolinggo terdapat sesar aktif yang dikenal dengan nama Sesar Probolinggo.

Ia menjelaskan, sesar tersebut membentang dari wilayah barat hingga timur, meliputi Kecamatan Banyuanyar, Maron, hingga Gending.

Apabila terjadi pergeseran pada sesar aktif tersebut, getarannya berpotensi dirasakan oleh masyarakat baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Probolinggo.

“Karena itu, penting bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk mengetahui potensi bencana yang bisa terjadi. Mereka juga harus memahami cara melindungi diri, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mencatat nomor penting saat keadaan darurat, hingga memahami SOP dan rencana evakuasi,” ujarnya.

Baca Juga: SR Terintegrasi 7 Kota Probolinggo Dinilai Paling Ideal, Anggota DPR RI Dini Rahmania Dorong Pembangunan Permanen

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi teori tetapi juga langsung mempraktikkan simulasi evakuasi gempa bumi.

BELAJAR: Sejumlah pelajar SMA di Probolinggo saat mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Minggu (10/5).
BELAJAR: Sejumlah pelajar SMA di Probolinggo saat mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Minggu (10/5).

Simulasi dimulai dari kondisi berada di dalam ruangan hingga proses penyelamatan diri menuju area terbuka dan titik kumpul aman.

Yudha menekankan, langkah pertama yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi adalah melindungi kepala untuk mengurangi risiko cedera akibat reruntuhan atau benda jatuh.

Peserta juga diajarkan berlindung di bawah meja atau benda yang memiliki permukaan kokoh.

“Jauhi benda-benda yang mudah pecah. Setelah gempa berhenti, segera menuju titik evakuasi dengan tertib dan tetap waspada,” jelasnya.

Baca Juga: Dini Rahmania, Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi NasDem: Membawa Manfaat Nyata untuk Probolinggo-Pasuruan

Melalui simulasi tersebut, BPBD berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi bencana. 

Selain itu, peserta diharapkan dapat menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

“Harapannya, mereka bisa menyampaikan kembali informasi ini kepada keluarga, teman, maupun lingkungan sekolah agar kesiapsiagaan bencana semakin meningkat,” tambahnya.

Salah satu peserta, Kiano Rafa, 15, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

Siswa SMA Negeri 1 Sukapura itu menilai simulasi kebencanaan sangat bermanfaat untuk melatih kesiapan dan ketangguhan menghadapi bencana.

“Ke depan saya ingin membagikan ilmu ini kepada teman-teman di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” jelasnya. (gus/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#gen-z #bpbd kota probolinggo #simulasi bencana #Dini Rahmania