KANIGARAN, Radar Bromo - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sudah banyak pedagang ternak yang membuka lapak hewan kurban. Tahun ini, di Kota Probolinggo, kebutuhan hewan kurban diperkirakan mencapai 1.721 ekor domba dan kambing serta 305 ekor sapi.
Kebutuhan itu berdasarkan pemetaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo. Plh Kepala DKPPP Kota Probolinggo Trillya Yuliana mengatakan, menjelang hari raya kurban, pihakya mulai memetakan kebutuhan hewan kurban. Salah satu acuannya data pemotongan hewan tahun kemarin.
“Kalau perkiraan kebutuhan hewan kurban berkisar 1.721 ekor jenis domba dan kambing serta 305 ekor sapi. Tetapi, untuk stok hewan kurban, kami belum bisa mendata, karena lapak-lapak penjual hewan kurban hanya beberapa saja yang sudah buka,” katanya, Sabtu (9/5).
Trillya menjelaskan, meski Hari Raya Idul Adha masih sekitar 2 minggu kedepan, harga jual hewan kurban, baik kambing atau sapi, mulai naik. Di Pasar Hewan Wonoasih, kenaikan sapi siap potong mencapai sekitar Rp 1 juta sampai Rp 5 juta per ekor.
“Menjelang Hari Raya Kurban, harga hewan kurban sudah ada kenaikan,” ujarnya.
Sepekan menjelang Hari Raya Kurban, lanjut Trillya mengaku akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman. Terutama lapak pedagang di pinggir jalan.
Demi menjaga kualitas hewan kurban, DKPPP Kota Probolinggo, masih terus melakukan vaksinasi baik pencegahan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD).
“Nanti tetap kami akan keliling memeriksa semua hewan kurban yang dijual di lapak-lapak, untuk memastikant hewan kurban layak, tidak terkena LSD atau PMK,” terangnya.
Salah satu peternak kambing Rasuk mengatakan, sejauh ini harga ternak kambing masih murah jika dibanding dengan tahun kemarin. Sejak beberapa bulan terakhir harga kambing memang sudah anjlok. Menjelang Hari Raya Kurban, kenaikannya tidak signifikan.
“Mungkin karena calon pembeli hewan kurban juga berkurang dibanding tahun kemarin,” ujarnya menduga-duga. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga