SUMBER, Radar Bromo -Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, beberapa hari terakhir memicu longsor di sejumlah titik di tebing Curah Kendil, Desa Sumberanom. Material longsor jatuh dan menutupi sebagian badan jalan.
Longsor terjadi di ruas jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.
Kondisi tebing yang labil akibat curah hujan tinggi, membuat tanah mudah runtuh, membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Kamis (7/5), pemerintah desa bersama warga dan BPBD Kabupaten Probolinggo kerja bakti membersihkan sisa material longsor. Sekitar 60 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Lana menjelaskan, longsor terjadi sebanyak dua kali dalam waktu kurang dari sepekan. Longsor pertama terjadi pada Sabtu (2/5) di dua titik berbeda.
“Titik pertama memiliki panjang sekitar sembilan meter dengan tinggi tebing lima meter. Sementara titik kedua panjangnya delapan meter dengan tinggi lima meter. Material longsor menutup sebagian badan jalan, namun kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintas,” ujarnya.
Baca Juga: Jalan Tergerus, Rumah Warga Sumber-Probolinggo Tertimbun Longsor
Setelah kejadian pertama, BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan penanganan darurat pada Minggu (3/5).
Petugas memasang sandbag dan terpal di sekitar lokasi longsor sebagai penanda, sekaligus pembatas jalan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Namun curah hujan yang masih tinggi kembali memicu longsor susulan pada Rabu (6/5). Kali ini terdapat empat titik longsor baru di sepanjang jalur Curah Kendil.
Pemerintah desa bersama BPBD dan masyarakat setempat kembali kerja bakti membersihkan material longsor pada Kamis (7/5).
Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop.
“Material longsor dipindah ke pinggir agar tidak menutup badan jalan dan akses masyarakat tetap bisa digunakan,” kata Lana.
Kades Sumberanom Abdi Siswo mengatakan, kerja bakti yang dilakukan warga hanya sebatas penanganan sementara.
Menurutnya, dibutuhkan penanganan permanen untuk mencegah longsor kembali terjadi di kawasan tersebut.
Ia berharap Pemkab Probolinggo dapat segera membangun plengsengan atau penguat tebing di sepanjang jalur rawan longsor tersebut.
Terlebih, jalan di Curah Kendil merupakan jalan kabupaten yang cukup vital bagi aktivitas warga.
“Kalau hanya dibersihkan manual, tentu tidak cukup. Perlu ada plengsengan atau penguatan tebing supaya longsor tidak terus berulang. Kami berharap ada perhatian dan penanganan serius dari pemerintah kabupaten,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi