LUMBANG, Radar Bromo-Akses antarwilayah di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kembali tersambung lewat jembatan bailey. Namun, ancaman kerusakan belum sepenuhnya usai.
Sisa material longsor dan gorong-gorong baja (armco) yang menyumbat aliran sungai kini dibersihkan untuk mencegah kejadian serupa.
Rabu (6/5) pagi, satu unit ekskavator tampak bekerja di bawah Jembatan Duren, mengeruk endapan material longsor dan sisa armco yang menumpuk.
Pembersihan ini dinilai krusial agar aliran air kembali normal dan tidak mengancam struktur jembatan darurat yang baru terpasang.
Kepala Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputro mengungkapkan, putusnya Jembatan Duren sebelumnya diduga kuat akibat sumbatan pada gorong-gorong baja di bawah jembatan.
“Ada batu berukuran besar yang menyumbat armco, sehingga aliran air tidak lancar. Akibatnya air meluber ke berbagai arah dan menggerus tebing penyangga jembatan,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya berupaya membuka seluruh saluran armco. Harapannya, aliran air kembali normal dan tidak terhambat.
Baca Juga: Jembatan Bailey Rampung, Akses Jalan Negororejo Lumbang Probolinggo Pulih
Sehingga dapat mengurangi risiko gerusan pada abutmen jembatan. Baik di sisi timur maupun barat.
Di tengah penanganan darurat tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan jembatan permanen. Namun realisasinya dipastikan belum dalam waktu dekat.
Hengki menyebut, penyusunan detail engineering design (DED) ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Dengan demikian, pembangunan fisik jembatan permanen baru akan dimulai pada 2027.
“Untuk pembangunan permanen direncanakan mulai 2027. Artinya, sekitar satu tahun ke depan masyarakat masih akan menggunakan jembatan bailey sebagai akses utama,” katanya.
Selama masa penggunaan jembatan darurat, pemeliharaan rutin akan dilakukan setiap tiga bulan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan TNI untuk memastikan jembatan tetap aman dilintasi.
“Pemeliharaan berkala akan terus kami lakukan, bekerja sama dengan TNI agar jembatan tetap dalam kondisi baik selama digunakan,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi