Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo, Gelar Lomba Sajian Ketan Kratok

Arif Mashudi • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:50 WIB
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari saat melihat dan menilai langsung lomba sajian Ketan Kratok sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari saat melihat dan menilai langsung lomba sajian Ketan Kratok sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

KANIGARAN, Radar Bromo-Upaya melestarikan Ketan Kratok sebagai warisan budaya tak benda Kota Probolinggo terus dilakukan.

Salah satunya, dengan menggelar lomba sajian Ketan Kratok  yang dihelat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara itu digelar Rabu (6/5), bersamaan dengan talkshow topik parenting.

Lomba sajian ketan kratok tersebut diikuti oleh perwakilan anggota DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Beberapa kreasi yang diusung di antaranya Sakera (Sarapan Ketan Kratok Hati Gembira), Bukrak (Buket Kratok Kedupok), Ketok Jelita (Ketan Kratok Suji, Telang Istimewa, Nangka Ditambah Pisang), serta Tantolang (Ketan Kratok Kreasi Telang).

Salah satu peserta, Ida mengungkapkan, tantangan utama dalam mengolah ketan kratok terletak pada tekstur ketan yang keras dan kratok yang cenderung pahit. Sehingga, memerlukan ketelatenan ekstra.

Sebab, proses pembuatan kratok melalui empat tahap pemasakan. Setiap tahap berlangsung sekitar 10 menit.

Pada tahap keempat, waktu memasak ditambah sekitar 5 menit untuk menghilangkan rasa pahit sekaligus membuat teksturnya lebih empuk.

Baca Juga: Mengenal Ketan Kratok dan Tradisi Bibibi yang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Kota Probolinggo

”Jadi, tahapan untuk proses pembuatan ketan kratok kuncinya harus sabra dan telaten. Dimulai bahan dasar ketan harus direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 6 jam agar tidak ada bagian yang keras hingga ke tahap proses selanjutnya hingga siap disajikan,” terang Ida.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah mengatakan, acara talkshow bertajuk "Peran Orang Tua di Era Digital juga menggelar lomba sajian ketan kratok sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo.

Sehingga, DPW ikut serta menjaga, melestarikan dan membudayakan Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo.

Alhamdulillah ketan kratok sudah ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo. Sehingga, kita semua harus ikut berperan untuk menjaga, melestarikan dan membudidayakan Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari yang memantau langsung acara itu menekankan, teknologi memang penting dalam kehidupan manusia. Namun, Ina -sapaan akran wawali- berpesan agar para orang tua tetap mengutamakan quality time bersama keluarga.

Jangan sampai teknologi menjauhkan yang dekat. Quality time atau waktu berkualitas bukan soal berapa jam kita duduk di sebelah anak, tapi soal seberapa hadir hati dan pikiran kita untuk mereka,” pesannya.

Dirinya juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan gawai dan teknologi secara bijak.

“Melalui talk show hari ini, saya mengajak ibu ibu hebat semuanya untuk menemukan keseimbangan. mari kita kendalikan gawai, sebelum gawai mengendalikan keluarga kita,” ajaknya. (mas/mie).

Editor : Muhammad Fahmi
#wawali ina #warisan budaya tak benda #Kota Probolinggo #dinas pendidikan dan kebudayaan #Ketan Kratok