KANIGARAN, Radar Bromo- Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo Periode 2026-2031, belum juga rampung. Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Sebab, hingga masa jabatan pengurus lama berakhir, proses seleksi calon pimpinan Baznas belum tuntas.
Akibatnya, jabatan ketua Baznas harus dijabat oleh pelaksana tugas. Sejatinya, seleksi calon pimpinan Baznas ini harus sudah tuntas sejak sebelum 31 Maret 2026. Karena masa jabatan pengurus lama berakhir pada 31 Maret 2026.
Sebelumnya, sempat terkendala dengan jadwal tes wawancara yang akan dilakukan oleh tim dari Baznas Pusat. Syukur, Rabu (6/5), tahapan ini bisa dilaksanakan. Pemkot Probolinggo melibatkan Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Timur untuk verifikasi faktual atau wawancara sebagai tahapan akhir proses seleksi.
Dari 10 calon yang lolos akan dipilih 5 nama untuk direkomendasikan kepada Wali Kota Probolinggo, sebagai pimpinan Baznas Kota Probolinggo. Ketua Tim Seleksi Budiono Wirawan mengatakan, tahapan ini sebagai tahapan krusial dalam menentukan sosok pemimpin lembaga pengelola zakat tersebut.
“Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mendalami secara langsung kompetensi dan kesiapan para calon. Dari 10 kandidat, nantinya akan dipilih 5 nama untuk direkomendasikan kepada Wali Kota sebagai pimpinan Baznas Kota Probolinggo,” katanya.
Pimpinan Baznas Provinsi Jawa Timur Syaidah Sapuan dan Syarifuddin hadir dalam proses ini. Ada juga Wakil Ketua IV Husnul Khuluq, yang bertindak sebagai tim panitia seleksi. Mereka melakukan pendalaman secara komprehensif guna memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas yang memadai.
Budiono mengatakan, terdapat tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur seleksi. Yakni, tes CAT untuk mengukur kemampuan dasar, penulisan makalah, serta wawancara.
“Ketiga indikator ini dirancang untuk melihat kompetensi secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual, konseptual, maupun integritas personal,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Probolinggo ini.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin yang hadir menegaskan, pentingnya tahapan verifikasi faktual ini. Melalui rangkaian seleksi ini, Pemkot berharap terpilih pimpinan Baznas yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif. Tetapi juga memiliki integritas tinggi serta dedikasi dalam melayani masyarakat.
Selain itu, pimpinan terpilih diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran.
“Proses ini memastikan para calon pimpinan memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen kuat dalam mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan menegaskan, seleksi calon pimpinan Baznas harus digelar secara terbuka dan transparan. Calon pimpinan yang masuk 5 besar harus benar-benar sesuai nilai tertinggi hasil seleksi.
“Pimpinan Baznas yang terbaru harus segera ditetapkan. Supaya tidak terjadi kekosongan pengurus definitif di Baznas,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni