Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gotong Royong Jadi Kunci Warga Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Maksimalkan Potensi Desa

Inneke Agustin • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:40 WIB
BERDAYA: Sejumlah warga Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, memproduksi selai dan sirup karikaya (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
BERDAYA: Sejumlah warga Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, memproduksi selai dan sirup karikaya (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

DI tengah keterbatasan alokasi Dana Desa, Pemerintah Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, tetap menunjukkan komitmennya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis terus dijalankan. Mulai penguatan sektor peternakan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong.

Salah satu program yang tengah digarap Pemerintah Desa Wonotoro adalah pembangunan kandang sapi berukuran berukuran 8 x 6 meter di Dusun Wonotoro. Dirancang sebagai fasilitas pembesaran ternak sapi yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan asli desa (PAD) sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

“Dengan ukuran tersebut, kandang ini dapat menampung hingga empat ekor sapi. Ke depan, kami juga akan mengoptimalkan limbah ternak menjadi pupuk kandang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Kepala Desa Wonotoro, Sarwo Slamet.

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah desa berencana menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Guna memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait pengolahan limbah ternak menjadi pupuk yang bernilai guna. “Kami ingin kotoran sapi tidak terbuang sia-sia, melainkan dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi sektor pertanian warga,” katanya.

Pemerintah Desa Wonotoro bersama masyarakat juga memapaving jalan akses lahan pertanian sepanjang sekitar 100 meter. Pembangunan ini dilakukan secara swadaya melalui kesepakatan bersama dalam musyawarah desa. “Masyarakat sepakat melakukan pavingisasi secara swadaya demi memperlancar akses ke ladang,” jelas Sarwo.

Di sepanjang jalan yang telah dipaving juga ditanami pohon cemara. Selain berfungsi sebagai penahan potensi longsor, deretan cemara ini juga menghadirkan panorama yang asri dan menarik. “Sekarang tidak hanya berfungsi sebagai akses pertanian, tetapi juga memiliki nilai estetika,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Wonotoro, juga mengalokasikan anggaran untuk Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ada satu unit rumah di Dusun Wonotoro, yang akan dibangun. Kini, kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh.

Selain pembangunan, aspek perawatan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), pemerintah desa bersama masyarakat secara rutin melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran drainase.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Desa Wonotoro berharap pembangunan desa dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (gus/rud/*)

 

 

 

KOMPAK: Pemerintah Desa Wonotoro bersama masyarakat mempaving jalan usaha tani di Desa Wonotoro, secara swadaya.  (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
KOMPAK: Pemerintah Desa Wonotoro bersama masyarakat mempaving jalan usaha tani di Desa Wonotoro, secara swadaya. (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

 

Genjot UMKM dan Posyandu, Ekonomi Terdongkrak

DESA Wonotoro, yang dihuni sekitar 226 kepala keluarga (KK) dengan mayoritas berprofesi sebagai petani dan pegiat pariwisata, terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah desa aktif mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Desa Wonotoro Sarwo Slamet mengatakan, desa memiliki produk unggulan berupa olahan buah karikaya yang dijadikan selai dan sirup. Buah karikaya yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman penahan tebing untuk mencegah longsor, kini memiliki nilai tambah ekonomi setelah diolah menjadi produk konsumsi. “Rasanya segar dan cocok dinikmati saat cuaca panas. Ini menjadi potensi yang terus kami kembangkan,” ujarnya.

Produksi selai dan sirup karikaya juga turut memberdayakan kaum perempuan di desa, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan ke sejumlah hotel di kawasan sekitar.

SEMANGAT: Warga Desa Wonotoro berkerja bakti membersihkan jalanan desa untuk menjaga serta merawat insfrastruktur yang telah terbangun. (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SEMANGAT: Warga Desa Wonotoro berkerja bakti membersihkan jalanan desa untuk menjaga serta merawat insfrastruktur yang telah terbangun. (PEMDES WONOTORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

“Untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual, saat ini kami sedang dalam proses pengurusan sertifikasi halal. Ke depan juga akan ada pelatihan pengemasan agar produk semakin menarik dan memiliki standar yang lebih baik,” jelasnya.

Pemerintah Desa Wonotoro, juga memberikan perhatian serius pada bidang kesehatan masyarakat. Setiap bulan, kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan di balai desa. Mencakup layanan bagi balita, remaja, hingga lansia.

“Pelayanan kesehatan ini kami upayakan agar masyarakat tetap terpantau kondisinya. Jika ada yang membutuhkan penanganan lanjutan, langsung kami rujuk,” ujar Sarwo. (gus/rud/*)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#wonotoro #program #sukapura