KANIGARAN, Radar Bromo - Tahun Ajaran Baru 2026/2027, makin dekat. Namun, nama-nama 100 calon siswa SMP/SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 07 Kota Probolinggo, belum juga diketahui.
Sejauh ini, Pemkot Probolinggo masih menunggu kabar dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Tak hanya itu, pengajuan rehabilitasi ruang kelas baru untuk calon siswa baru juga belum ada kabarnya.
Padahal, keberadaan gedung ini sangat dibutuhkan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Probolinggo Madihah mengatakan, untuk tahun ajaran ini direncanakan akan menerima 50 siswa baru SMP dan 50 siswa SMA.
Karena itu, membutuhkan empat ruang kelas. Terdiri dari dua ruang kelas SMP dan dua ruang kelas SMA.
Sejauh ini SRT 07 Kota Probolinggo, hanya memiliki empat ruang kelas dan telah digunakan untuk kelas VII SMP dan kelas IX SMA.
“Kami masih menunggu dari Kemensos, terkait pengajuan rehab empat kelas baru. Rencana empat ruang kelas yang akan direhab itu, ruang kelas SDN Mayangan 4, yang sudah tidak digunakan,” ujarnya, Senin (4/5).
Soal 100 calon siswa SMP/SMA tahun ajaran 2026/2027, Madihah mengatakan, juga masih menunggu data dari Kemensos RI.
Tentunya para calon siswa baru merupakan warga yang masuk DTSEN Desil 1 dan 2. Namun, diprioritaskan yang masiuk DTSEN Desil 1.
Menurutnya, daftar nama-nama calon siswa dari Kemensos, akan kembali ditindaklanjuti dengan mengecek langsung ke lapangan.
Tujuannya, untuk memastikan calon siswa baru benar-benar dari keluarga kurang mampu dan masuk DTSEN Desil 1.
“Sekarang daftar nama-nama calon siswa baru Sekolah Rakyat masih ada di meja Menteri Sosial. Kami masih menunggu daftar nama itu, untuk di-ricek ke lapangan guna memastikan dari keluarga tidak mampu atau Desil 1,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga