PROBOLINGGO, Radar Bromo- Keluarga Astutik, 35, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sempat panik. Putranya, Riski, 9, “berulah.” Bermain kunci ring hingga nyangkut di jarinya dan tak bisa dilepas.
Sejumlah upaya telah dilakukan. Namun, tak berhasil. akhirnya, Jumat (1/5) malam, Astutik membawa putranya ke Markas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo.
“Ibunya datang ke sini karena mendapat informasi dari tetangganya kalau Damkar bisa membantu melepas cincin. Tapi, untuk kasus kunci ring seperti ini, baru pertama kali kami tangani,” ujar Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Soleh Hermanto.
Peristiwa ini bermula saat Riski bermain kunci ring. Ia memasukkan jari manisnya ke kunci berbahan baja itu. Namun, kemudian tak bisa dilepas. Bahkan, menyebabkan jari korban mulai membengkak.
“Mungkin awalnya penasaran, lalu dijadikan mainan. Tiba-tiba tersangkut dan tidak bisa dilepas,” kata Soleh.
Petugas sempat mencoba metode awal dengan memotong kunci menggunakan mini die grinder sebagaimana penanganan pada kasus cincin. Namun, tidak berhasil karena kerasnya material kunci.
“Mata gerindanya justru kesulitan memotong. Kemungkinan karena bahan kunci ring ini dari baja, jadi lebih sulit,” jelasnya.
Petugas kemudian beralih ke metode lain dengan melilitkan benang pada jari untuk membantu mengurangi tekanan dan menarik kunci secara perlahan. Cara ini juga tak berhasil, karena benang putus. Akhirnya mengganti benang dengan tali rafia. Proses pelepasan perlahan hingga akhirnya kunci berhasil dilepas. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga