Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lama Tinggal Wisatawan di Kota Probolinggo Tak Sampai Sehari, Begini Tanggapan Pemkot

Arif Mashudi • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:30 WIB
OLAHARGA: Sejumlah warga berolahraga di Alun-Alun Kota Probolinggo, yang menjadi salah satu destinasi wisata Kota Probolinggo. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
OLAHARGA: Sejumlah warga berolahraga di Alun-Alun Kota Probolinggo, yang menjadi salah satu destinasi wisata Kota Probolinggo. (ARIF MASHUDI/RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Probolinggo menjadi sorotan DPRD Kota Probolinggo. Sebab, indikator rata-rata lama tinggal wisatawan pada 2025 hanya 0,76 hari. Tidak memenuhi target yang ditetapkan sebesar 0,88 hari. Angka ini mengindikasikan rendahnya minat wisatawan untuk bermalam di Kota Probolinggo.

Hal itu disampaikan Ketua Kimisi III DPRD Kota Prbolinggo, Muchlas Kurniawan mengatakan, rata-rata lama tinggal wisawatan ke Kota Probolinggo, tidak sampai satu hari. Bahkan, masih tidak memenuhi target yang ditetapkan 0,88 hari.

“Indikator rata-rata lama tinggal wisatawan tahun kemarin masih sangat rendah. Mayoritas wisatawan hanya singgah sebentar di Kota Probolinggo atau kurang dari satu hari. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya minat wisatawan untuk bermalam,” katanya.

Muchlas menegaskan, DPRD merekomendasikan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap daya tarik wisata, ketersediaan fasilitas penginapan, serta inovasi paket wisata di Kota Probolinggo. Karena, kenyataannya belum ada destinasi wisata yang menjadi daya tarik pengunjung datang dan bermalam di Kota Probolinggo.

“Harus ada evaluasi terhadap daya tarik wisata, fasilitas penginapan ataupun pogram inovasi wisata lainnya,” ujar politisi Golkar ini.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Muhammad Abas mengatakan, pihaknya sependapat bahwa capaian tersebut menunjukkan wisatawan masih didominasi oleh kunjungan singkat. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta, bahwa sebagian besar wisatawan yang datang merupakan wisatawan tujuan utama Gunung Bromo sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Posisi Kota Probolinggo selama ini lebih berperan sebagai kota transit atau tempat singgah sementara sebelum maupun sesudah kunjungan ke kawasan Bromo dan sekitarnya. Sehingga, wisatawan belum banyak terdorong untuk bermalam lebih lama di kota,” katanya.

Meski demikian, kata Abas, Kota Probolinggo sebenarnya telah memiliki sejumlah daya tarik wisata budaya dan sejarah yang cukup dikenal serta telah menjadi bagian dari paket city tour. Seperti Gereja Merah, Museum Probolinggo, serta Klenteng Tri Dharma Sumber Naga.

“Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong wisatawan tidak hanya singgah, tetapi juga menikmati pengalaman wisata kota secara lebih lengkap,” tambahnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#lama tinggal #destinasi #wisatawan #dprd #probolinggo