Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duh, Papan Nama Jalan dari Pelat Besi di Kota Probolinggo yang Dicuri Bertambah, Total Ada 19 Titik

Arif Mashudi • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:27 WIB
Kondisi sejumlah papan nama jalan di kawasan di Ungup-ungup dan sekitar Plaza Probolinggo yang hilang dicuri.
Kondisi sejumlah papan nama jalan di kawasan di Ungup-ungup dan sekitar Plaza Probolinggo yang hilang dicuri.

 

MAYANGAN, Radar Bromo- Aksi pencurian papan nama jalan di Kota Probolinggo kian meresahkan. Jumlah titik kehilangan terus bertambah hingga mencapai 19 ruas jalan.

Sementara itu, Pemkot Probolinggo tidak bisa langsung mengganti yang baru, karena terbentur anggaran.

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengungkapkan, kasus pencurian plakat berbahan besi tersebut terus meningkat.

Awalnya, pihaknya hanya mencatat 11 titik plakat hilang. Namun data terbaru menunjukkan jumlahnya bertambah signifikan.

“Jumlah papan atau plakat nama jalan yang hilang dicuri makin banyak. Kalau sebelumnya kami temukan 11 titik, ternyata terbaru ada 19 titik tiang plakat nama jalan yang hilang,” katanya.

Artinya, ada delapan plakat nama jalan yang hilang lagi. Lokasinya tersebar di beberapa titik.

Baca Juga: Belum Terungkap Pencurian Tutup Drainase, Kini Papan Nama Jalan dari Pelat Besi di Kota Probolinggo Dicuri

Yaitu, Jl Kaca Piring, Jl Diponegoro, Jl Cempaka, Jl Hasyim Asyari, Jl MT Haryono, dan Jl HOS Cokroaminoto. Di semua titik itu, masing-masing satu plakat nama jalan hilang.

Selain itu, plakat nama Jl Imam Bonjol juga hilang. Di jalan ini, plakat nama jalan yang hilang ada dua.

Bertambahnya jumlah plakat jalan yang hilang otomatis meningkatkan kerugian daerah.

Selain itu, kondisi ini dinilai mengganggu upaya penataan kota dalam program Kota Probolinggo Bersolek.

Rini menegaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga fasilitas publik. Ia berharap warga ikut merasa memiliki dan turut mengawasi agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Semoga saja bisa segera terungkap pelaku pencurian, penadah, dan siapapun yang terlibat. Supaya tidak ada kejadian serupa terjadi di Kota Probolinggo,” tegasnya.

Kasus itu sendiri sebenarnya sudah dilaporkan. Meski demikian, Dinas PUPR-PKP belum bisa langsung mengganti plakat nama jalan yang hilang. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

Penggantian harus menunggu mekanisme pengajuan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau Perubahan APBD 2026.

“Tidak bisa langsung diganti dengan yang baru. Harus diajukan lebih dulu melalui PAK 2026,” ujarnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pelat besi #dicuri #Kota Probolinggo #papan nama jalan