PROBOLINGGO, Radar Bromo- Sejumlah kendaraan roda tiga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Probolinggo, mulai disalurkan. Kamis (30/4), ada 18 unit kendaraan yang diserahkan ke sejumlah desa dan kelurahan di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan operasional koperasi menjelang peluncuran perdana. Masing-masing mendapatkan dua unit untuk sembilan wilayah. Yakni, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Selebihnya, untuk sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, Desa Kramat Agung, Desa Klampok, Desa Wringinanom, Desa Asembagus, Desa Brani Kulon, Desa Bremi, Desa Tambakrejo, serta Desa Tongas Wetan.
Pasi Ter Kodim 0820 Kapten Inf Miko Supriyadi mengatakan, sejauh ini progres pembentukan KDKMP di wilayah Probolinggo menunjukkan perkembangan signifikan. Sejauh ini sudah ada 52 gedung KDKMP yang telah rampung terbangun 100 persen.
“Dari 52 KDKMP yang sudah selesai, 18 di antaranya hari ini (30/4) menerima bantuan kendaraan roda tiga. Sementara, 34 lainnya akan menyusul secara bertahap,” jelasnya.
Setiap KDKMP juga akan mendapatkan dukungan sarana operasional lainnya. Di antaranya, kendaraan angkut seperti truk dan pikap, serta perlengkapan pendukung berupa rak penyimpanan dan pendingin ruangan.
“Untuk rak, saat ini sudah tersalurkan ke 44 KDKMP dari total 52 yang ada,” tambah Miko.
Ia berharap, dengan mulai tersedianya sarana operasional tersebut, para pengurus KDKMP dapat segera mempersiapkan diri secara maksimal menjelang launching, Senin (18/5).
“Rencananya akan ada 12 titik di wilayah Probolinggo yang akan kami launching,” ujarnya.
Operator KDKMP Desa Kramat Agung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo Abdul Haqi mengatakan, bantuan armada ini sangat membantu dalam menunjang aktivitas koperasi ke depan. Menurutnya, kesiapan infrastruktur di desanya juga sudah tuntas.
“Kami juga sudah menerima dua unit tosa, satu truk, dan sejumlah rak. Tinggal menunggu pengisian dan informasi tambahan, rencananya masih ada satu pikap lagi,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga