Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyak Jalan di Desa Wedusan, Kecamatan Tiris Probolinggo yang Makin Aman Dilintasi

Fahreza Nuraga • Rabu, 29 April 2026 | 08:10 WIB
MULUS: Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman mengecek ruas jalan aspal di RT 15-12/RW 4, Dusun Wedusan, yang merupakan jalan poros desa. (ACHMAD ARIANTO/JAWA POS RADAR BROMO)
MULUS: Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman mengecek ruas jalan aspal di RT 15-12/RW 4, Dusun Wedusan, yang merupakan jalan poros desa. (ACHMAD ARIANTO/RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, secara bertahap terus berusaha melakukan pemerataan pembangunan. Sejauh ini, pembangunan fisik dan program ketahanan pangan tetap menjadi sasaran pembangunan prioritas.

Berada di wilayah dataran tinggi, kondisi infrastruktur Desa Wedusan harus baik dan kokoh. Hal itu tak hanya akan mempengaruhi mobilitas sehari-hari warga, kondisi geografis yang berupa tebing juga turut menjadi faktor utama keselamatan warga, sehingga perlu diperhatikan.

Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman mengatakan, sejatinya ada beberapa infrastruktur yang menjadi atensi dan perlu dibangun. Namun karena anggaran terbatas, pemerintah desa memutuskan akan membangun tiga ruas jalan.

“Kami berencana membangun jalan. Jalan yang baik dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga. Selain membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar, perekonomian juga turut terangkat,” katanya.

Tahun ini, ada tiga jalan yang akan dibangun. Dua di antaranya di Dusun Wedusan. Yakni, mengaspal jalan sepanjang 90 meter di RT 11/RW 4 dan sepanjang 230 meter di RT 12/RW 4. Dua jalan ini akan aspal dengan lapisan penetrasi (lapen).

Sebab, sebelumnya sudah pernah diaspal. Tetapi karena volume kendaraan cukup tinggi, serta termakan cuaca dan waktu, akhirnya permukaan aspal rusak ringan.

“Jalan aspal yang segera dibangun merupakan jalan poros desa. Tentunya volume pengguna jalan cukup tinggi,” katanya.

Jalan ketiga yang akan dibangun sepanjang 280 meter di RT 6/RW 2, Dusun Lalangan. Jalan yang belum pernah dibangun dan masih berupa tanah ini akan dirabat beton.

“Warga mengeluh karena jalan licin saat basah. Agar nyaman dan aman, kami targetkan tahun ini selesai dibangun,” bebernya.

Zainul menambahkan, ruas jalan desa sejatinya memiliki beberapa fungsi sekaligus. Mulai dari akses menuju permukiman penduduk, penghubung antardusun, akses menuju kantor desa, dan akses menuju usaha tani.

Banyaknya fungsi jalan membuat Pemerintah Desa Wedusan berkomitmen membangun jalan secara berkelanjutan. Di tengah minimnya anggaran, pemerintah desa tetap berusaha agar jalan lebih nyaman. Pada 2025, pemerintah desa mengaspal jalan sepanjang 430 meter di RT 15-12/RW 4, Dusun Wedusan.

“Bagi orang yang hidup di dataran tinggi, jalan merupakan hal utama. Jika jalan belum baik, akan timbul dampak lainnya. Seperti terganggunya aktivitas sehari-hari. Lalu, perekonomian akan lesu karena hasil panen kebun tidak bisa dipasarkan,” jelasnya.

GEMUK: Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman mengecek sapi Program Ketahanan Pangan. Ternak ini dibesarkan di kandang milik warga Dusun Wedusan. (ACHMAD ARIANTO/JAWA POS RADAR BROMO)
GEMUK: Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman mengecek sapi Program Ketahanan Pangan. Ternak ini dibesarkan di kandang milik warga Dusun Wedusan. (ACHMAD ARIANTO/RADAR BROMO)

 

Lanjutkan Penggemukan Sapi

Program ketahanan pangan hingga kini masih menjadi salah satu sasaran pembangunan Pemerintah Desa Wedusan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terus mengembangkan penggemukan sapi.

“Ketahanan pangan penggemukan sapi bertahap kami rintis. Tahun ini rencananya akan terus kami lanjutkan,” ujar Sekretaris Desa Wedusan Zainul Abdul Rahman.

Ketahanan pangan ini direalisasikan dengan sistem bagi hasil. Sebanyak 16 sapi digemukkan di sejumlah kandang di Dusun Wedusan dan Dusun Godeng. Tahun ini, pemerintah desa akan menambah satu ekor lagi.

“Penggemukannya tidak menggunakan kandang komunal. Ditempatkan menyebar di kandang milik warga,” bebernya.

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan penggemukan sapi. Salah satunya pakan harus tersedia dengan baik. Selain itu, kebersihan kandang juga harus diperhatikan. Agar hasilnya bisa sesuai harapan. Dapat memompa pendapatan asli desa (PADes).

“Sapi yang ada saat ini hasil pengadaan tahun sebelumnya. Masih dipelihara untuk digemukkan dan belum ada yang dijual,” ujar Zainul. (ar/rud/*)

KOMPAK: Kepala Desa Wedusan Busri berfoto bersama perangkat desa. (PEMDES WEDUSAN FOR JAWA POS RADAR BROMO)
KOMPAK: Kepala Desa Wedusan Busri berfoto bersama perangkat desa. (PEMDES WEDUSAN FOR RADAR BROMO)

 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

Editor : Fahreza Nuraga
#Wedusan #pemerintah desa #jalan #tiris #probolinggo