KANIGARAN, Radar Bromo - Di Kota Probolinggo, ada 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Namun hanya satu SPPG yang telah mengurus dan mengantongi sertifikasi halal. Meski demikian, sejumlah 26 SPPG lainnya dipastikan tetap beroperasi.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Menurutnya, seluruh SPPG yang telah berjalan terus dipantau agar tetap memenuhi standar operasional.
Termasuk dalam pengelolaan limbah. Kini, terdapat 27 SPPG di Kota Probolinggo dan seluruhnya masih aktif beroperasi.
Pihaknya terus melakukan pengawasan secara berkala.
“Tidak ada SPPG yang ditutup di Kota Probolinggo. Saat ini sudah ada 27 SPPG dan semuanya terus kami pantau,” katanya.
Aminuddin mengatakan, pengembangan SPPG masih terus berproses. Termasuk rencana pembangunan SPPG baru di Koperasi Merah Putih.
Namun proses tersebut dilakukan bertahap. Terutama yang berkaitan dengan kesiapan lahan dan dukungan fasilitas, seperti jaringan BBG.
“Pengembangan SPPG di Kota Probolinggo terus berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, diakui Aminuddin, sebelumnya sempat ada dua SPPG yang berpotensi distop sementara. Namun Pemkot meminta waktu untuk melakukan pembenahan, khususnya terkait persoalan limbah.
“Kami minta waktu dan Alhamdulillah sudah ada perbaikan, terutama masalah limbah,” katanya.
Terkait pengelolaan limbah, lanjut Aminuddin, pihaknya telah menerapkan sistem pemanfaatan limbah organik menjadi pakan maggot melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi beban limbah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi.
Harapannya, sistem pengelolaan limbah yang baik, dapat mendukung keberlangsungan operasional SPPG sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
“Limbah organik sekarang dimanfaatkan untuk pakan maggot dan bekerja sama dengan pihak ketiga. Bahkan, saat ini justru masih kurang bahan bakunya,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga