Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Bulan, Bulog Probolinggo Serap 120 Ribu Ton Gabah, Pastikan Stok Beras Aman

Arif Mashudi • Selasa, 28 April 2026 | 08:49 WIB
STOK AMAN: Salah satu Gudang Bulog Probolinggo dipenuhi gabah dan beras hasil serapan dari petani. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
STOK AMAN: Salah satu Gudang Bulog Probolinggo dipenuhi gabah dan beras hasil serapan dari petani. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Stok cadangan beras pemerintah dipastikan aman. Bulog Probolinggo tercatat telah menyerap gabah petani mencapai 120 ribu ton setara beras. Ketersediaan ini dipastikan akan terus meningkat.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Probolinggo Kuswadi mengatakan, fasilitas penyimpanan Bulog se-Indonesia kini terisi penuh dengan beras dan gabah dari petani. Perum Bulog menorehkan capaian penting dalam pengelolaan cadangan pangan pemerintah. Untuk kali pertama, stok beras yang dikelola Bulog berhasil melampaui 5 juta ton.

Sejauh ini, Bulog memiliki lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta didukung lebih dari 1.200 gudang mitra sewa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini menjamin keamanan stok dan kelancaran distribusi. Termasuk, Bulog Probolinggo yang terus melakukan optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani lokal.

“Khusus Bulog Kantor Cabang Probolinggo, yang mencakup Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang, Bulog tercatat telah menyerap gabah petani sebanyak 120 ribu ton setara beras,” kata Kuswadi, Senin (27/4).

Kuswadi mengatakan, capaian penyerapan 120 ribu ton gabah ini diperoleh Perum Bulog Probolinggo sejak Februari-April 2026. Dengan cadangan yang memadai, Bulog telah menjalankan fungsi sebagai penstabil harga sekaligus motor penggerak dalam sistem pangan nasional.

“Ketersediaan stok ini berperan penting dalam mengendalikan fluktuasi harga, menghadapi situasi darurat, serta mendukung berbagai program bantuan pangan pemerintah,” jelasnya.

Penyerapan gabah dari petani ini, kata Kuswandi, merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Baik dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Pihaknya akan terus berupaya mempertahankan capaian tersebut, dan bahkan akan meningkatkannya.

“Gudang milik Bulog, baik yang utama maupun yang disewa, kini dipenuhi beras hasil panen petani dalam negeri. Kondisi ini mencerminkan bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam situasi swasembada yang nyata, sehingga sangat cukup untuk penuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#stok beras #bulog #pemerintah #Aman #probolinggo