LUMBANG, Radar Bromo– Satu lagi jembatan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, dibatasi aksesnya untuk pengguna jalan.
Hal ini dilakukan setelah plengsengan di bawah Jembatan Kunci, Desa Branggah, Kecamatan Lumbang, dilaporkan ambrol pada Sabtu (25/4) petang.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Slamet menjelaskan, kemungkinan plengsengan jembatan mulai ambrol sejak Jumat (24/4) sekitar pukul 23.00.
Namun kejadian itu baru diketahui dan dilaporkan oleh warga pada Sabtu (25/4) petang.
“Karena posisi yang ambrol di bawah, kondisi jalan di atas jembatan masih terlihat normal. Itulah kenapa plengsengan yang ambrol awalnya tidak terdeteksi,” ujarnya.
Kerusakan itu menurut Slamet, diduga terjadi secara bertahap. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat air sungai mengalir deras. Lalu menggerus bagian bawah jembatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo langsung melakukan asesmen ke lokasi pada Minggu (26/4) pagi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan, langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan area terdampak guna mencegah potensi kecelakaan.
Pihaknya bersama Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo memasang water barrier dan pita pembatas di sekitar lokasi kerusakan.
Penandaan tersebut bertujuan untuk memperingatkan pengguna jalan agar tidak melintas di lokasi yang diberi tanda. Sebab, berpotensi membahayakan.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pita pembatas dan water barrier dipasang di ujung barat jembatan, tepatnya sisi selatan.
Sehingga pada titik tersebut, hanya separo badan jalan yang bisa dilintasi sementara ini. Yaitu, bagian jembatan sisi utara.
“Kami sudah pasang water barrier dan pita pembatas sebagai tanda peringatan. Ini untuk menghindari kendaraan melintas di titik yang rawan,” jelasnya.
Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD masih berkoordinasi dengan dinas terkait guna menentukan langkah perbaikan permanen.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar Jembatan Kunci. Terutama saat kondisi cuaca hujan yang dapat memperparah kerusakan. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi