PEMBANGUNAN infrastruktur masih menjadi prioritas Pemerintah Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris. Namun pengembangan potensi desa juga terus dilakukan secara bertahap dengan harapan dapat memutar perekonomian warga sekitar.
Desa Tlogoargo memiliki wilayah yang tergolong pelosok. Kondisi geografis yang berupa dataran tinggi separo wilayahnya masih berupa hutan, ladang dan kebun. Sementara sisanya merupakan permukiman penduduk.
Kondisi demikian rupanya memberikan sebuah keuntungan. Salah satunya potensi wisata alam Ranu Argo yang terletak di Dusun Segaran. Ranu Argo masih sangat alami, belum banyak bangunan yang didirikan di sekitarnya.
Suasana lingkungan yang asri didukung oleh udara yang sejuk membuat Ranu Argo menjadi salah satu wisata alam alternatif yang layak untuk dikunjungi.
Potensi ini kemudian ditangkap Desa Tlogoargo. Kemudian ditindaklanjuti dengan pengembangan wisata secara bertahap.
“Ranu Argo ini masih sangat alami. Didukung dengan akses menuju lokasi sudah nyaman. Sehingga menjadi potensi wisata desa sekaligus unit usaha dalam program ketahanan pangan,” kata Kepala Desa Tlogoargo Umar.
Pemerintah desa tahun ini telah menyiapkan anggaran Rp 50 juta untuk ketahanan pangan budi daya ikan di Ranu Argo. Ada 4 jenis ikan yang akan dibudidayakan di Ranu Argo meliputi ikan nila, gurame, tawes, dan patin. Jenis ikan tersebut dinilai cocok dengan ekosistem ranu serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Anggaran puluhan juta tersebut tidak hanya digunakan untuk pengadaan bibit ikan saja. Tetapi juga akan dimanfaatkan untuk pakan dan biaya operasional lainnya mulai dari penebaran bibit hingga panen.
“Sudah dianggarkan untuk pengembangan wisata Ranu Argo. Benih ikan yang ditebar memiliki dua fungsi. Yakni sebagai program ketahanan pangan sekaligus spot untuk memancing,” ucapnya.
Umar mengatakan bahwa Ranu Argo saat ini menjadi salah satu tempat favorit pemancing yang berkunjung ke desa. Kunjungan tersebut membuka peluang desa.
Karena itulah pemerintah desa kerap mengadakan event memancing dengan menawarkan hadiah yang cukup menggiurkan bagi pemenang. Agar lingkungan sekitar ranu argo tetap terpelihara Pemerintah Desa juga telah menganggarkan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
“Kegiatan PKTD ini melibatkan warga sekitar ranu. Dengan begitu potensi wisata desa terus terjaga. Sementara ekonomi masyarakat turut terkatrol,” tuturnya.
Targetkan Dua Jalan Desa Lebih Nyaman
Tak dapat dipungkiri jalan di dataran tinggi menjadi kebutuhan infrastruktur utama bagi warga desa. Hal ini bukan tanpa alasan, wilayah pegunungan memiliki kondisi jalan yang naik, turun, bahkan sebagian jalan berkelok. Sehingga pengguna jalan harus berhati-hati agar aman dan selamat.
Di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Desa Tlogoargo tetap berkomitmen mewujudkan jalan desa yang nyaman untuk masyarakat. Karenanya setiap tahun pembangunan jalan dilakukan secara bertahap.
Masih terdapat beberapa ruas jalan baik jalan penghubung antardesa dan dusun belum tersentuh pembangunan serta kondisinya sudah rusak. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah desa untuk melakukan pembangunan jalan.
“Jalan yang nyaman dan aman merupakan sebuah kebutuhan bagi warga. Pemerintah desa bertahap membangun jalan, terlebih lagi jalan yang sering dilewati oleh warga,” kata Kepala Desa Tlogoargo Umar.
Tahun ini pemerintah desa telah merencanakan pembangunan 2 ruas jalan. Diantaranya membangun jalan rabat beton sepanjang 276 meter di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Dues.
Ruas jalan ini merupakan akses menuju permukiman penduduk yang dihuni oleh 114 kepala keluarga. Ruas jalan yang menjadi target pembangunan kali ini adalah jalan yang kondisinya masih berupa tanah. Karena itulah sering dikeluhkan oleh warga.
Pembangunan selanjutnya yang akan dilakukan adalah mengaspal jalan sepanjang 360 meter di RT 19-20/RW 10, Dusun Kongsi. Jalan ini nantinya akan dibangun dengan sistem aspal lapisan penetrasi (lapen). Sebab jalan ini sebelumnya pernah diaspal.
Namun karena termakan waktu dan cuaca, akhirnya bagian permukaan jalan menjadi rusak.
“Dua ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan merupakan akses menuju permukiman, kebun, sekaligus akses antar dusun. Agar warga lebih aman maka pemerintah desa segera membangun jalan tersebut,” bebernya.
Sementara pada tahun 2025 Pemerintah Desa Tlogoargo sudah merampungkan empat pembangunan fisik. Di antaranya adalah mengaspal lapen jalan sepanjang 400 meter di RT 5-6/RW 3, Dusun Kemirian Utara. Lalu merabat beton jalan panjang 125 meter di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Dues.
Pemerintah desa juga membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 18/RW 9, Dusun Togur dan RT 14/RW 7, Dusun Segaran Dues. TPT ini memiliki fungsi penguat bahu jalan sekaligus mitigasi bencana longsor. Sehingga ruas jalan lebih kuat, tidak mudah ambles atau tergerus air hujan. (ar/fun/*)
Rencana Pembangunan Tahun 2026
● Merabat beton jalan di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Dues;
● Mengaspal jalan di RT 19-20/RW 10, Dusun Kongsi;
● Membangun 1 unit RTLH;
Editor : Abdul Wahid