KANIGARAN, Radar Bromo - Waktu penerbangan pesawat jemaah haji dari Bandara Juanda Surabaya ke Arab Saudi, bakal lebih lama. Jalur penerbangan mereka terdampak perang di Timur Tengah.
Karena itu, rute penerbangan pesawat harus berputar dan butuh waktu lebih lama menjadi sekitar 14 jam. Lebih lama 4 jam dibanding kondisi normal.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, sekitar 312 jemaah asal Kota Probolinggo terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Arab Saudi, Kamis (23/4) sekitar pukul 14.00. Mereka akan lebih lama tinggal di pesawat.
“Perjalanan normal atau idealnya, Surabaya menuju Jeddah Arab Saudi sekitar 9 sampai 10 jam. Karena ada pengalihan arah melalui jalur utara lewat Afrika, dampak geopolitik di Timur Tengah, waktu penerbangan bertambah 4 jam. Jadi di atas pesawat sekitar 14 jam,” katanya, Kamis (23/4).
Dengan kondisi waktu penerbangan lebih lama, Didik mengimbau jemaah bisa menggunakannya untuk beristirahat. Menjaga kesehatan dengan makan-minum. “Di dalam pesawat tetap disediakan makan dan minumnya,” ujarnya.
Sementara itu, dari 312 jemaah asal Kota Proboliggo, tiga jemaah merupakan anggota DPRD Kota Probolinggo. Mereka adalah Eko Purwanto dari Fraksi PKB, Saiful Rohman Fraksi PKS, dan Isah Junaidah dari Fraksi PDI Perjuangan. Mereka dipastikan sudah mendapatkan izin cuti dari Kemendagri RI.
Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani mengatakan, anggota dewan yang berangkat haji tetap harus mengajukan izin cuti. Bahkan, harus mendapatkan persetujuan izin cuti dari Kemendagri RI. Syukur, mereka telah mendapatkannya.
“Jadi, semua kegiatan ke luar negeri, harus ada persetujuan dari Kemendagri. Alhamdulilah, izin cuti dari tanggal 22 April sampai 2 Juni besok, sudah diterbitkan Kemendagri,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga