Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sopir Trailer Kecelakaan Maut di Malasan Wetan Probolinggo Masih Diamankan Polisi, Begini Pengakuannya

Inneke Agustin • Selasa, 21 April 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi tahanan
Ilustrasi tahanan

GENDING, Radar Bromo- Penyidikan kasus kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang sekeluarga di Jalan Raya Lumajang, tepatnya di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, terus bergulir. Penyidik masih mendalami penyebab pasti insiden tragis Sabtu (18/4) malam itu.

Selasa (21/4), sopir trailer Nissan bernopol B 9625 UEJ, Cecep Adi Sucipto, 46, masih diamankan oleh Satlantas Polres Probolinggo untuk kepentingan penyidikan. Warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, itu sempat menuturkan kronologi petaka yang membuatnya harus berurusan dengan polisi.

Ia mengaku berangkat dari Kabupaten Lumajang sekitar pukul 22.30. Membawa muatan tripleks yang akan dikirim ke Kota Surabaya. Sebelum perjalanan, kondisi kendaraan dalam keadaan baik karena rutin dicek.

“Dari Lumajang masih baik-baik saja kendaraannya. Biasanya setiap tiga sampai empat bulan sekali dicek, terutama rem dan ban,” ujar ayah tiga anak ini.

Namun situasi berubah saat mendekati lokasi kejadian. Sekitar 3 kilometer sebelum titik kecelakaan atau sekitar pukul 23.30, Cecep mulai merasakan adanya gangguan sistem pengereman. Truknya melaju di jalan menurun dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam di posisi gigi empat.

“Awalnya rem masih bisa digunakan, tapi lama-lama tidak bisa sama sekali. Mungkin karena panas,” katanya.

Kondisi itu membuatnya panik. Ia sempat berpikir menghentikan laju kendaraan dengan menabrakkannya ke barier beton di tengah jalan. Namun idenya muncul terlambat ketika sebagian besar barier sudah terlewati.

Baca Juga: Rem Ngeblong, Truk Trailer Tabrak 5 Kendaraan yang Berhenti di Perlintasan Malasan Wetan Probolinggo, 4 Sekeluarga Tewas

“Andaikan dari awal saya berpikir begitu, mungkin bisa saya tabrakkan ke awal barier. Tapi risikonya saya yang mungkin meninggal,” tuturnya.

Menurutnya, jika trailer ditabrakkan ke ujung awal barier, kemungkinan kendaraan bisa berhenti seketika. Namun dampaknya ruang kemudi berpotensi ringsek dan membahayakan dirinya.

“Kalau sampai besi penghubung patah, bak belakang bisa menghantam kabin dan menghimpit saya,” jelas sopir yang telah tiga tahun bekerja tersebut.

Dalam kondisi terdesak, Cecep akhirnya membanting setir ke kanan. Menabrakkan kendaraan ke deretan barier dengan harapan bisa menghentikan laju truknya. Namun upayanya justru berujung fatal. Kendaraan malah terpental ke arah berlawanan dan menghantam sejumlah kendaraan.

Usai kejadian, Cecep langsung diamankan polisi. Ia juga sempat menghubungi istrinya di Mojokerto. Dari percakapan itu, sang istri mengaku sebelumnya memiliki firasat buruk.

“Istri saya baru cerita setelah kejadian. Katanya termos untuk air susu anak kami sempat meledak sebelum saya berangkat,” ujarnya.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Cecep mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Di sisi lain, terungkap bahwa masa berlaku uji kir kendaraan tersebut telah habis sejak 2023. Cecep mengaku tidak mengetahuinya karena urusan administrasi kendaraan sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Kami sebagai sopir hanya membawa SIM, STNK, dan surat jalan saat bekerja,” pungkasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Terutama para pengemudi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. “Kami masih proses penyidikan,” ujarnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#tegalsiwalan #Malasan Wetan #probolinggo #kecelakaan maut #rem blong