PEMERINTAH Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha memaksimalkan potensi desanya. Salah satunya dengan mengembangkan sektor wisata. Namun tetap tak mengenyampingkan pembangunan infrastruktur lain.
Pengembangan potensi Wisata Ranu Betok menjadi salah satu program pembangunan Pemerintah Desa Ranuagung. Tak heran jika pengembangannya terus dilakukan. Tahun lalu, pemerintah desa telah membangun sejumlah fasilitas untuk wisatawan.
Kasi Pemerintahan Desa Ranuagung Ahmad Ba'is Bahroni mengatakan, pemerintah desa membangun Cafe Apung di tengah Ranu Betok. Berkonstruksi bangunan semipermanen dengan berbagai hidangan yang disajikan. Menyesuaikan selera pengunjung.
Saat mengunjungi Ranu Betok, wisatawan tidak hanya dapat menimati kuliner, namun juga akan dimanjakan dengan pemandangan Gunung Tarub yang menjadi view utamanya.
“Ranu Betok menjadi salah satu ikon desa. Perlu dikembangkan secara bertahap. Tahun lalu telah dibangun Cafe Apung,” katanya.
Kini Cafe Apung ini dimanfaatkan secara kondisional. Artinya, tidak setiap hari buka. Melainkan, memperhatikan jumlah pengunjung. Cafe ini biasanya akan difungsikan ketika akhir pekan atau hari libur. Dengan demikian, pengunjung bisa berwisata sekaligus menikmati indahnya Ranu Betok dengan latar Gunung Tarub.
Tak hanya itu, Ranu Betok juga menjadi salah satu spot mancing favorit bagi warga desa maupun pengunjung. Dengan demikian, fasilitas yang disediakan haruslah terpenuhi. Seperti tempat parkir dan fasilitas pendukung lainnya.
“Ranu Betok juga ramai pemancing. Biasanya ramai saat akhir pekan dan hari libur,” terangnya.
Tak hanya pengembangan wisata, Pemerintah Desa Ranuagung juga tetap memperhatikan kesejahteraan warganya. Tahun ini, pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan ini dilakukan karena warga penerima manfaat dinilai membutuhkan. Sebab, telah memenuhi syarat dan masuk kategori warga prasejahtera.
Sejauh ini pemerintah desa juga masih menganggarkan Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) untuk warga rentan. Sasarannya balita dan warga lanjut usia (lansia). Kegiatan ini dilakukan pada 6 Posyandu.
“Untuk RTLH, tahun ini ada pengurangan. Sebab, harus menyesuaikan ketersediaan anggaran. Sementara, PMT tetap kami anggarkan karena masih dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya. (ar/rud/*)
Targetkan Dua Infrastruktur Lebih Baik
PEMBANGUNAN fisik menjadi salah satu program berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Desa Ranuagung. Tahun ini ada dua infrastruktur yang menjadi target pembangunan.
Berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 7/RW 5, Dusun Segaran Agung. Panjangnya, 15 meter dengan ketinggian rata-rata 2,5 meter. Lokasinya di jalur Wisata Ranuagung dan berfungsi sebagai penguat bahu jalan.
“TPT akan dibangun dengan pertimbangan, bahwa lokasi tersebut merupakan jalur wisata ke Ranuagung. Harus lebih nyaman dan aman,” ujar Kasi Pemerintahan Desa Ranuagung Ahmad Ba'is Bahroni.
Berikutnya ada pembangunan jalan sepanjang 150 meter di Dusun Wates. Akses menuju permukiman belasan kepala keluarga ini akan dirabat beton. “Sebelumnya jalan berupa tanah. Saat hujan licin,” katanya.
Ba’is mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi program berkelanjutan karena bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Jalan yang nyaman akan mempermudah mobilitas warga. Begitu juga dengan TPT. Menjadi salah satu upaya meminimalisasi potensi bencana longsor.
Tahun kemarin, pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan gorong-gorong di Dusun Wates. Serta, pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur. Karena itu, meski anggaran terbatas, pemerintah desa tetap berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa demi masyarakat,” jelasnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun TPT di RT 7/RW 5, Dusun Segaran Agung
· Merabat beton jalan Dusun Wates
· Membangun 1 unit RTLH
Editor : Fahreza Nuraga