PEMERINTAH Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris begitu peduli pada potensi desa. Menggunakan dana yang dimiliki pemerintah desa bertahap mengembangkan unit usaha BUMDes serta membangun infrastruktur desa.
Desa Tlogosari merupakan wilayah Kecamatan Tiris yang berada di perbatasan antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. Letaknya cukup pelosok, namun jangan salah wilayah desa memiliki potensi kebun yang cukup menjanjikan.
Salah satunya adalah tumbuh subur kopi jenis robusta dan liberika. Tak heran jika banyak warga setempat menggantungkan hidup dengan menjual kopi yang sudah di panen. Peluang bisnis ini juga ditangkap oleh BUMDes Tlaga Asri kemudian tergerak untuk memproduksi kopi dalam kemasan sehingga memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
“Banyak kebun kopi tumbuh subur di wilayah desa. Tetapi saat masuk masa panen kopi tersebut langsung dijual tanpa proses lebih lanjut. Biji kopi kering langsung dijual sehingga harganya murah,” kata Kepala Dusun Buntoh, Desa Tlogosari Imam Hambali.
BUMDes Tlaga Asri mulai merintis unit usaha kopi kemasan ini sejak pertengahan tahun 2025. Biji kopi kering (green bean) dibeli dari warga desa.
Dua jenis kopi yang diolah yakni kopi robusta dan liberika. Bedanya dari segi rasa robusta lebih pahit, sementara liberika cenderung lebih asam. Dua kopi tersebut juga di jual dengan dua varian, original dan wine yang sebelumnya telah difermentasi lebih dulu.
Bahan baku kopi kemudian dilakukan pemrosesan lebih lanjut. Mulai dari roasting hingga penyelepan kopi menjadi kopi bubuk siap saji. Selanjutnya agar aroma dan citarasa tetap terjaga. Bubuk kopi kemudian di packing dalam kemasan kedap udara.
Kopi kemasan tersebut kemudian dijual secara manual dengan melayani pembelian langsung di Kantor Desa Tlongosari dan menitipkan pada toko sekitar Kecamatan Tiris. Penjualan juga dilakukan secara online. Baik melalui media sosial maupun pesanan lewat telpon.
“Saat ini pengelola BUMDes baru menyediakan kemasan siap seduh 100 gram. Kedepannya akan dilakukan evaluasi sesuai kondisi pasar dan minat konsumen,” jelasnya.
Sementara itu pada tahun 2026 ini BUMDes mendapatkan suntikan anggaran dari desa untuk mengembangkan unit usaha baru. Pengelola BUMDes merespon hal itu dengan melakukan pemetaan potensi bisnis. Lingkungan desa yang dikelilingi oleh bukit dan lembah membuat sinyal telepon tidak stabil. Terlebih lagi saat hujan.
Pengelola BUMDes kemudian berencana membuka usaha wifi dan pemasangan wifi. Unit usaha ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan tetapi juga untuk membantu warga agar mendapatkan akses internet nirkabel yang lebih layak. Dengan demikian komunikasi dengan wilayah luar bisa terjalin lebih baik lagi.
“Pengelola berencana merintis usaha wifi. Kami tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan. Tetapi juga bagaimana unit usaha tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” bebernya.
Bangun TPT-Jalan Pemukiman
Keamanan dan kenyamanan warga desa dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari turut menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tlogosari. Wilayah administrasi desa yang mayoritas didominasi bukit dan lembah mengharuskan pemerintah desa terus membangun infrastruktur.
Kepala Dusun Buntoh, Desa Tlogosari Imam Hambali mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program kerja pemerintah desa secara berkelanjutan. Pasalnya belum semua infrastruktur yang ada di desa kondisinya baik.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu harapan warga desa. Oleh sebab itu meskipun anggaran yang dimiliki oleh desa sangat terbatas, Pemerintah Desa berupaya melakukan pembangunan infrastruktur.
“Untuk pembangunan fisik saat ini ada dua yang bisa dilakukan. Rencananya akan membangun TPT dan pavingisasi jalan pemukiman,” katanya.
Pembangunan TPT tersebut rencananya akan dilakukan di RT 3/RW 1, Dusun Krajan. Dengan volume panjang 85 meter dan tinggi rata-rata 60 sentimeter. TPT ini berfungsi sebagai penguat bahu jalan.
Harapannya setelah ada TPT bahu jalan tidak mudah ambles atau tergerus air hujan. Jika hal itu terjadi, tentunya akan mengakibatkan jalan menjadi lebih sempit. Sementara ruas jalan merupakan akses penting warga desa.
Kemudian pavingisasi jalan sepanjang 200 meter di RT 7/RW 3, Dusun Jegung. Ruas jalan ini merupakan akses menuju pemukiman padat penduduk sekaligus kebun milik warga. Jalan yang masih berupa tanah kerap dikeluhkan oleh warga.
Terlebih lagi saat musim hujan, jalan menjadi becek dan licin. Oleh sebab itulah pembangunan jalan berkonstruksi paving dipilih karena dinilai lebih cocok.
Hambali menambahkan pada tahun 2025 pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan TPT di RT 11/RW 4, Dusun Curahlengkong. Infrastruktur ini penguat bahu jalan dusun setempat. Sekaligus penguat saluran drainase menuju kebun milik warga desa.
“Pembangunan infrastruktur ini merupakan pembangunan berkelanjutan. Jadi terus dilakukan pada wilayah yang memang perlu dan mendesak,” jelasnya. (ar/fun/*)
Rencana Pembangunan Tahun 2026
● Membangun TPT di RT 3/RW 1, Dusun Krajan;
● Pavingisasi jalan di RT 7/RW 3, Dusun Jegung;
● Membangun 1 unit RTLH;
● Pengembangan unit usaha Wifi.
Editor : Abdul Wahid