KEDOPOK, Radar Bromo - RSUD Ar Rozy kembali mendapatkan alokasi anggaran besar dari Pemkot Probolinggo. Mencapai sekitar Rp 4,7 miliar. Anggaran ini dialokasikan dari APBD 2026. Tujuannya, untuk mengembangkan fasilitas layanan di lantai III. Dengan harapan dapat menaikkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025 Muchlas Kurniawan mengatakan, dua RSUD Kota Probolinggo harus dapat bersaing dengan rumah sakit swasta maupun dengan RSUD tetangga. Karena itu, Pemkot harus mendukung dan merealisasikan penambahan fasilitas layanan dan alat kesehatan (alkes).
Dengan harapan dapat menjadi jujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis. “Sebenarnya rencana ini sudah dialokasikan pada tahun kemarin (2025), sekitar Rp 3 miliar lebih. Ternyata anggarannya tiba-tiba dialihkan karena alasan terkena efisiensi. Jadi tahun ini harus terealisasi. Jangan ditunda lagi,” ujarnya dalam rapat DPRD dengan Pemkot dalam agenda Pembahasan LKPj Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025.
Direktur RSUD Ar Rozy dr. Mohammad Ali Yusni mengatakan, gedung RSUD Ar Rozy begitu besar, namun masih banyak yang kosong. Karena itu, fasilitas pelayanan di lantai atas gedung perlu ditambah. Seperti penambahan ruang poli klinik, ruang bersalin yang lebih baik, dan ruang pelayanan poli spesialis.
Jika fasilitasnya belum ada, kata Yusni, layanan poli spesialis tidak dapat tambah. Seperti tahun kemarin, sudah ada tambah fasilitas dan alkes poli spesialis jantung, paru-paru, orthopedi, dan gigi. “Tahun kemarin kami tambah layanan poli spesialis. Tahun ini rencananya kami tambah lagi layanan poli spesialis. Rencananya ada poli spesialis mata dan ruang obgyn yang lebih lengkap,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga