KANIGARAN, Radar Bromo – Puluhan pohon bungur yang ditanam dalam proyek preservasi Jalan Soekarno Hatta–Panglima Sudirman (Soetta–Pangsud) Kota Probolinggo mati.
Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo mencatat, sebanyak 28 pohon bungur kondisinya kering dan mati.
Dinas pun telah mengajukan permintaan penggantian pohon kepada pihak pelaksana.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, banyak pohon bungur yang ditanam kondisinya tidak bersemi atau tidak tumbuh daun. Ada juga yang tumbuh daun namun mengering.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti membenarkan ada puluhan pohon bungur yang mati.
Dari total 159 pohon yang ditanam, pihaknya meminta agar pohon yang mati segera dicabut. Kemudian diganti dengan pohon baru.
”Ada 28 pohon yang mati. Kami sudah bersurat ke Balai Besar Jalan Nasional Provinsi untuk meminta diganti dengan pohon baru,” katanya.
Rini –panggilan akrabnya- mengatakan, proyek preservasi jalan nasional masih dalam tahap pemeliharaan dalam setahun ini. Termasuk 159 pohon bungur yang telah ditanam, masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.
”Kerusakan pada jalan, trotoar, PJU, dan pohon mati masih dalam masa pemeliharaan dan tanggung jawab pelaksana. Karena itu, pelaksana wajib mengganti pohon yang mati dengan pohon baru,” terangnya.
PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali Wibowo membenarkan bahwa puluhan pohon di tepi Jalan Soetta – Pangsud dilaporkan mati.
Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo juga telah bersurat dan meminta diganti dengan pohon baru.
“Iya, nanti kami ganti dengan pohon baru,” katanya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi