KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemberitaan isu merger partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan Gerindra di salah satu media nasional tak hanya membuat pengurus di pusat “kebakaran jenggot”.
Di daerah, pengurus partai besutan Surya Paloh menggelar aksi sebagai bentuk respon.
Rabu (15/4), DPD NasDem di Kota dan Kabupaten Probolinggo menggelar aksi damai untuk menyoroti pemberitaan yang dinilai merugikan citra partai.
Aksi tersebut juga menjadi penegasan bahwa seluruh kader tetap solid dan loyal terhadap garis perjuangan partai.
Wakil Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, menegaskan kegiatan itu merupakan bentuk solidaritas kader di daerah terhadap partai.
“Kali ini kami melakukan aksi damai sebagai bentuk solidaritas sesama NasDem. Terutama menindaklanjuti instruksi dari pusat, bahwa kami masih solid dan tetap berjuang agar Partai NasDem ini berdiri tegak di bumi pertiwi,” ujar Andi.
Menurutnya, aksi damai tersebut murni lahir dari semangat kader dan simpatisan, bukan gerakan yang diskenariokan secara khusus.
“Ini tidak ada kontraksi, tidak ada tanda tangan tertentu. Ini merupakan ekspresi kami sebagai pengurus dan simpatisan. Sebagai bentuk dukungan moral kepada Partai NasDem bahwa kami masih bersama partai tercinta ini,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan kader, DPD NasDem Kabupaten Probolinggo memandang terdapat penyajian visual dan narasi dalam laporan tersebut yang berpotensi menimbulkan persepsi kurang tepat, serta dapat ditafsirkan merendahkan martabat pimpinan dan institusi Partai NasDem.
Selain itu, penggunaan judul pada sampul pemberitaan yang mengasosiasikan Partai NasDem dengan entitas komersial tertentu dinilai tidak mencerminkan jati diri dan nilai perjuangan partai yang berlandaskan semangat restorasi.
“Kami menilai keseluruhan isi laporan tersebut cenderung membangun opini yang mengarah pada persepsi adanya kepentingan pragmatis, yang tidak sejalan dengan komitmen dan garis perjuangan Partai NasDem,” lanjut pernyataan itu.
Meski demikian, NasDem tetap menegaskan penghormatan terhadap kebebasan pers sebagai bagian penting demokrasi. Namun, mereka mendorong agar praktik jurnalistik senantiasa mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, dan tanggung jawab.
“Kami tetap menghormati kebebasan pers. Tetapi kami berharap media tetap menjunjung profesionalitas, etika, dan integritas,” kata Andi.
DPD NasDem Kabupaten Probolinggo juga menyatakan dukungan penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem untuk mengambil langkah strategis, termasuk membentuk tim khusus guna melakukan kajian, klarifikasi, serta tindak lanjut melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada DPP untuk mengambil langkah-langkah strategis sesuai aturan,” ujarnya.
Terkait isu pertemuan Ketua Umum Partai NasDem dengan Presiden, Andi menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam dinamika kebangsaan.
“Saya rasa Ketua Umum bertemu Presiden adalah hal yang lumrah. Semua ketua umum partai bisa melakukan hal yang sama. Ini salah satu bentuk cinta Ketua Umum kepada negara tercinta kita,” ungkapnya.
Ia juga menepis isu yang menyebut adanya gejolak internal maupun dampak negatif dari berbagai spekulasi politik yang berkembang. “Kalau di bawah, kader tetap solid. Tidak berdampak dengan isu-isu seperti itu. Saya melihat di Partai NasDem tidak ada gejolak yang begitu signifikan. Kami sebagai kader tetap yakin partai ini akan tetap berdiri tegak di bumi pertiwi,” tandasnya.
Aksi damai tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Partai NasDem agar tetap solid, tidak terprovokasi, serta menjaga sikap dewasa dalam menyikapi dinamika politik yang berkembang.
Aksi serupa juga dilakukan NasDem Kota Probolinggo yang menggelar aksi damai di depan kantor DPD. Koordinator Aliansi Partai Nasdem Kota Probolinggo, Ahmad Fathan Azhari mengungkapkan, pihaknya sejatinya tak keberatan dengan adanya kebebasan pers.
Namun hal tersebut harus dijalankan secara profesional dan imbang sesuai prinsip jurnalistik dan beretika.
Sementara pihaknya menilai pemberitaan yang diturunkan salah satu media, dinilai merendahkan martabat pimpinan partai, Surya Paloh dan institusi partai.
Dengan menampilkan judul cover “PT. Nasdem Indonesia Raya Tbk” pada edisi 5509 maka seolah memframing Partai Nasdem hanya sebagai lembaga komersial semata. “Hal ini jelas bertentangan dengan esensi dan kaidah partai kami,” ungkapnya.
Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo, Sibro Malisi menyampaikan bahwa pihaknya juga merasakan apa yang dirasakan oleh aliansi kader. Oleh sebab itu, seluruh tuntutan nantinya akan disampaikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Hal-hal ini tentu merugikan partai dan ketua umum kami. Kami menegaskan bahwa partai kami tidak pernah tertutup pada media. Hanya saja kami berharap adanya check and balance di dalam pemberitaan. Partai NasDem merupakan partai yang berdaulat dan akan terus berbuat baik untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (mu/gus/fun)
Editor : Abdul Wahid