KANIGARAN, Radar Bromo –Jumlah Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kota Probolinggo mencapai 66.215 pekerja.
Jumlah ini sekitar 61 persen dari jumlah potensi pekerja di Kota Probolinggo yang mencapai 109.392 orang.
Capaian ini berhasil menjadikan Pemkot Probolinggo dengan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Jawa Timur. Melampaui target nasional 58 persen.
Kepala Cabang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Probolinggo Nurhadi mengatakan, di Kota Prbolinggo potensi pekerja yang ada hanya 109.392 orang.
Sedangkan, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 66.215 pekerja atau sekitar 61 persen dari potensi dan menjadi tertinggi se-Jatim.
“Dari 66.215 pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, sekitar 11 ribu pekerja ditanggung pemerintah kota. Mereka adalah petani, pelaku UMKM, dan nelayan,” terangnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial.
Khususnya bagi pekerja informal dan kelompok rentan. Pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan cakupan kepesertaan agar seluruh pekerja, khususnya sektor informal, dapat terlindungi.
Ia mengaku ingin memastikan pekerja informal juga mendapatkan perlindungan layak.
Ini bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk bagi linmas, masih memiliki banyak potensi yang bisa kami kembangkan. Kami menyadari masih banyak masyarakat dengan pekerjaan yang rentan. Karena itu, kami berupaya mengoptimalkan pendanaan,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi