PEMERINTAH Desa Tulupari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, melakukan pembangunan secara berkelanjutan. Sasaran utamanya pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.
Jalan yang nyaman menjadi harapan semua masyarakat. Termasuk warga yang tinggal di pelosok desa. Ruas jalan yang kurang nyaman, membuat aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Terlebih ketika musim hujan.
Bendahara Desa Tulupari Abdullah mengatakan, pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas jalan desa. Meski rencana tersebut harus dilaksanakan secara bergantian karena terbatasnya ketersediaan anggaran.
Sehingga untuk menentukan sasaran pembangunan yang tepat, harus melalui pertimbangan matang. Kemudian disampaikan melalui musyawarah desa. Hal ini untuk menentukan titik-titik pembangunan fisik yang akan dilaksanakan.
“Masyarakat sampai saat ini masih menginginkan infrastruktur yang layak, aman, dan nyaman. Anggaran yang dimiliki pemerintah desa begitu terbatas, sehingga realisasinya dilakukan secara bergantian,” katanya.
Tahun ini pemerintah desa berencana mempaving jalan sepanjang 30 meter di RT 7/RW 3, Dusun Karangtengah. Jalan ini merupakan akses menuju permukiman belasan kepala keluarga. Juga jalan menuju lahan pertanian. “Jalan Dusun Karangtengah memang belum dibangun. Tahun ini gilirannya untuk dibangun lebih baik,” katanya.
Tahun sebelumnya pemerintah desa telah merealisasikan pengaspalan jalan sepanjang 700 meter di RT 3/RW 1, Dusun Klompangan sampai RT 5/RW 2, Dusun Krajan. Jalan poros desa ini menjadi akses menuju permukiman warga, lahan pertanian, penghubung antardusun, sekaligus jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan.
“Pemerintah desa sebelumnya juga menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 180 meter di RT 4/RW 2, Dusun Krajan,” bebernya.
Kambing Jalan, Rambah Penggemukan Sapi
Program ketahanan pangan akan menghasilkan keuntungan maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan. Namun perlu perencanaan dan persiapan matang. Karenanya, pemerintah desa sering menjadikan potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) sebagai dasar untuk merintis program ketahanan pangan.
Bendahara Desa Tulupari Abdullah mengatakan, program ketahanan pangan berbasis potensi desa akan memberikan hasil yang maksimal. Karena itu, pemerintah desa merealisasikan program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi.
Program ini dipilih dengan dua pertimbangan. Salah satunya ketersediaan pakan yang melimpah di desa. Baik pakan berupa rerumputan atau dedaunan yang tumbuh liar. Serta, SDM warga yang sudah terbiasa memelihara sapi, sehingga mampu mengelolanya. “Ketahanan pangan direalisasikan melalui BUMDes,” katanya.
Program ini pun direalisasikan secara bertahap. Sapi yang akan digemukkan dipilih yang berusia di atas 1 tahun. Dengan target 6 bulan setelah masuk kandang, sapi sudah bisa dijual. Harapannya, perputaran modal bisa dilakukan secara cepat. “Untuk menyukseskan ketahanan pangan penggemukan sapi, kami sudah menganggarkan Rp 70 juta,” bebernya.
Tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Tulupari telah merealisasikan ketahanan pangan berbasis potensi desa berupa ternak kambing kaligesing. Terdapat empat unit kandang yang digunakan untuk ternak kambing. Di antaranya, di Dusun Jawaan sebanyak 2 unit, Dusun Krajan 1 unit, dan Dusun Dulugan 1 unit. Dengan total keseluruhan kambing 56 ekor.
“Program ketahanan pangan bertahap kami realisasikan. Mudah-mudahan dapat terealisasi tanpa ada hambatan,” harapnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Pavingisasi jalan sepanjang 30 meter di RT 7/RW 3, Dusun Karangtengah.
· Merehab kantor desa di RT 4/RW 2, Dusun Krajan.
· Ketahanan pangan penggemukan sapi.
Editor : Fahreza Nuraga